Eks Direktur PIS Divonis 6 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Minyak Mentah

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan vonis 6 tahun penjara terhadap Direktur Gas Petrokimia dan Bisnis Baru PT Pertamina International Shipping (PIS) periode 2024-2025 Arief Sukmara, setelah terbukti terlibat dalam kasus dugaan korupsi minyak mentah.

Hakim Ketua Adek Nurhadi menyatakan Arief terbukti turut serta melakukan perbuatan melawan hukum dalam tiga tahapan tata kelola minyak mentah dan produk kilang sehingga merugikan keuangan negara secara total sebesar 2,73 miliar dolar Amerika Serikat dan Rp25,44 triliun dalam kasus tersebut.

Baca Juga :
Hamdan Zoelva Sebut Pengadilan Tipikor Abaikan Banyak Fakta Penting Adili Perkara Kerry Riza
Lewat Surat, Kerry Riza Harap Prabowo Bantunya Dapatkan Keadilan

"Menyatakan terdakwa Arief Sukmara terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana didakwakan dalam dakwaan primer penuntut umum," kata Hakim Ketua dalam sidang pembacaan putusan di Pengadilan Tipikor pada PN Jakpus, Selasa, 13 Mei 2026.

Hakim Ketua menyampaikan ketiga tahapan dimaksud, yakni dalam pengadaan sewa terminal BBM oleh Pertamina, pemberian kompensasi jenis BBM khusus penugasan (JBKP) RON 90 oleh pemerintah kepada PT Pertamina Patra Niaga (PPN) tahun 2022 dan 2023, serta penjualan solar nonsubsidi pada PT PPN tahun 2020-2021.

Disebutkan bahwa perbuatan dilakukan antara lain bersama-sama dengan Business Development Manager Trafigura Pte, Ltd periode 2019-2021 Martin Haendra Nata beserta Vice President Crude, Product Trading, and Commercial (CPTC) Integrated Supply Chain (ISC) PT Pertamina (Persero) periode 2019–2020 Dwi Sudarsono.

Kemudian, Business Development Manager PT Mahameru Kencana Abadi Indra Putra, Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga pada Pertamina Patra Niaga periode 2020–2021 Hasto Wibowo, serta Senior Vice President ISC Pertamina periode 2017–2018 Toto Nugroho.

Adapun putusan kelima terdakwa juga dibacakan dalam persidangan yang sama, dengan masing-masing pidana penjara selama 4 tahun untuk Dwi dan Indra serta 5 tahun untuk Hasto, Toto dan Martin.

Selain pidana penjara, keenam terdakwa secara keseluruhan juga dihukum dengan pidana denda masing-masing sebesar Rp1 miliar dengan ketentuan apabila tidak dibayarkan, maka diganti (subsider) dengan pidana penjara selama 150 hari.

Dalam pertimbangan majelis hakim, perbuatan para terdakwa dilakukan antara lain dengan meminta penunjukan langsung kepada PT Oiltanking Merak (OTM) dalam kerja sama sewa terminal BBM, meski tidak memenuhi kriteria pengadaan.

Baca Juga :
Perkara Kredit Sritex Belum Usai! Kejagung Kasasi Vonis Bebas 8 Bankir
Eks Dirjen Mendikbudristek Bongkar Ada ‘Gap Pengetahuan’ Antara Jaksa dan Nadiem
Wamendagri Wiyagus Ungkap Peluncuran Panduan Antikorupsi Momentum Perkuat Reformasi Hukum dan Birokrasi

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Muhaimin Targetkan Kemiskinan Ekstrem Nol Persen pada Akhir 2026
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Media 'Homeless' vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital
• 13 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Hari Ini, Nadiem Makarim Jalani Sidang Tuntutan Kasus Chromebook
• 57 menit laluokezone.com
thumb
Prakiraan BMKG Soal Cuaca Jakarta Hari Ini: Siang Berawan, Sore Berpotensi Hujan di Wilayah Tertentu
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Revitalisasi SMK Genjot Ekonomi Daerah dan Lulusan Siap Kerja
• 3 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.