Revitalisasi SMK Genjot Ekonomi Daerah dan Lulusan Siap Kerja

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID -- Program revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terbukti membawa dampak nyata, tidak hanya bagi kualitas pendidikan vokasi, tetapi juga bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Direktur Jenderal Vokasi dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, mengatakan bahwa revitalisasi kini tidak lagi sekadar memperbaiki bangunan sekolah.

Pemerintah fokus membangun ekosistem pendidikan yang selaras dengan kebutuhan industri.

BACA JUGA:Kuasa Hukum Harap Hakim PT Jakarta Beri Keadilan untuk Kerry Riza

Menurutnya, tantangan terbesar SMK selama ini adalah keterbatasan ruang praktik.

Sekitar 60 persen SMK di Indonesia sebelumnya mengalami kekurangan fasilitas praktik, sehingga proses pembelajaran harus dibagi hingga sore hari.

Melalui program revitalisasi, pemerintah membangun ruang praktik baru agar pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) dapat berjalan optimal.

Dengan begitu, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga menghasilkan produk nyata yang bisa dievaluasi dan dikembangkan.

“Pendidikan vokasi harus melahirkan lulusan yang adaptif dan siap kerja,” ujar Tatang, saat bincang Dampak Nyata Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Penguatan Literasi melalui Sarana Perpustakaan yang Nyaman, di Perpustakaan Nasional, Jakarta,Selasa, 12 Mei 2026.

BACA JUGA:Purbaya Tegaskan Tak Ada Lagi Tax Amnesty Tanpa Perintah Presiden

Selanjutnya, selain meningkatkan kualitas lulusan, revitalisasi SMK juga berdampak langsung pada ekonomi lokal.

Pembangunan sekolah dilakukan dengan pola swakelola yang melibatkan masyarakat sekitar. Dalam satu proyek, dapat menyerap hingga 34 tenaga kerja lokal.

Tak hanya itu, material pembangunan juga dipasok dari wilayah sekitar sekolah, sehingga mendorong perputaran ekonomi di daerah.

Saat ini, pemerintah memprioritaskan revitalisasi di wilayah tertinggal, terluar, dan terdampak bencana. Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada lagi sekolah dengan kondisi rusak berat yang menghambat proses belajar.

"Kemendikdasmen menargetkan sebagian besar proyek revitalisasi rampung pada Juli 2026, sekaligus mendorong pemerataan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia,"pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bareskrim Tetapkan 2 Tersangka Kasus Emas Ilegal dan TPPU
• 56 detik laluokezone.com
thumb
KPK Periksa Wakil Ketua DPD PAN Rejang Lebong Terkait Kasus Suap Bupati Fikri Thobari
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Kejagung Cek Penggunaan Gelang Deteksi untuk Nadiem saat Jalani Tahanan Rumah
• 11 jam lalurctiplus.com
thumb
6 Judul Film Terbaru Bulan Ini Yang Wajib Masuk Daftar Tontonan
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Institusi Selain Polri Juga Perlu Direformasi
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.