Bisnis.com, PADANG - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Dinas Pertanian Kota Padang, Sumatra Barat, mencatat hingga pekan kedua Mei 2026 ini pengecekan kesehatan hewan kurban telah menjangkau sekitar 2.000 ekor sapi.
Kepala UPT Puskeswan Kota Padang Yasir Irawan mengatakan pengecekan kesehatan hewan kurban ini sebagai bentuk memberikan jaminan kepada masyarakat tentang hewan sapi yang sehat dan layak untuk menjadi hewan kurban.
“Sampai pekan kedua Mei 2026 ini, ada sekitar 2.000 ekor sapi yang telah kami periksa, dan diperkirakan masih ada 1.000 ekor sapi lagi yang akan kami periksa kesehatan dan kelayakannya untuk dijadikan hewan kurban,” katanya, Selasa (12/5/2026).
Yasir menyampaikan sejauh ini dari pengecekan kesehatan hewan yang telah dilakukan, hasilnya tidak ditemukan adanya penyakit mulut dan kaki (PMK). Tapi 2.000 ekor sapi yang telah diperiksa kesehatannya itu, ada sekitar 70% yang dinilai layak menjadi hewan kurban.
Dia menjelaskan adanya sekitar 30% yang tidak layak itu bukan adanya persoalan penyakit, tapi lebih kepada adanya sapi yang tidak cukup umur, yang ditandai giginya belum tanggal. Kemudian, bagi 70% yang layak itu, dipasangkan label putih, sebagai bentuk jaminan bahwa sapinya sudah layak untuk dijadikan hewan kurban.
“Kami cek mulutnya, kakinya, dan kondisi lainnya. Bila sehat dan layak, baru kami pasangkan label putih, sebagai tanda jaminan untuk kelayakan menjadi hewan kurban,” tegasnya.
Baca Juga
- Djarum Masuk Bisnis Susu, Bangun Peternakan Sapi Perah Jumbo di RI
- Dokumen Karantina Palsu, 25 Sapi Dicegat Masuk Bali
- Dinas PKH Riau Seleksi Ketat Sapi Kurban Banmas Presiden, Bobot Capai 1 Ton Lebih
Menurutnya dalam pengecekan kesehatan hewan kurban ini, tim keswan masih bergerak hingga H-7 Iduladha. Oleh karena itu, kepada peternak atau penampung hewan untuk kurban, diharapkan untuk menghubungi tim keswan, agar bisa memiliki label putih sebagai bukti kelayakan dan jaminan menjadi hewan kurban.
“Kami turun ke kandang-kandang penampung dan peternak untuk hewan kurban, setelah adanya permintaan juga. Karena untuk mengetahui hewannya sehat dan layak, akan ada label putih yang dipasang dibagian kepala sapi,” ujarnya.
Yasir bilang dari ribuan hewan kurban yang dicek kesehatannya itu, kebanyakan merupakan sapi yang berasal dari Sumatra Utara, daerah di Pulau Jawa, serta sebagian kecilnya merupakan ternak sapi lokal.
“Secara keseluruhan belum ditemukan penyakit hewan yang mengkhawatirkan untuk Iduladha tahun ini, seperti halnya PMK, juga tidak ditemukan,” tutupnya.
Jasman, penampung atau peternak sapi kurban menyebutkan kebutuhan sapi untuk kurban terbilang tinggi. Melihat pada ketersediaan sapi yang ada di kandangnya itu sebanyak 43 ekor, semuanya telah dibeli, sementara permintaan masih ada sampai sekarang.
Dikatakannya untuk sapi yang dijualnya sebagian besar jenis brahman cross campuran, sehingga dari segi bentuk dan bobot tumbuh tidak seperti sapi brahman pada umumnya. Seperti halnya sapi yang ada di kandangnya saat ini, berat bersih diperkirakan mencapai 90 kg.
“Pembeli yang saya layani seputaran Kota Padang. Tapi sapi-sapi ini saya beli dari Siantar, Sumatra Utara,” ucap dia.
Menurutnya pada pelaksanaan kurban tahun ini, permintaan sapi kurban naik, dan beruntungnya tidak adanya sebaran virus atau penyakit yang mengkhawatirkan, seperti halnya PMK.
“Saya termasuk sangat menjaga kesehatan dan lingkungan sapi ini ditampung. Sehingga sebelum sapi ini dihantarkan ke masing-masing pembeli untuk kurban, penting bagi saya untuk mendapatkan jaminan dari tim keswan, sehingga semua sapi ini benar-benar layak untuk dijadikan hewan kurban,” tegasnya.





