JAKARTA, KOMPAS.TV - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI secara resmi merilis rincian gejala klinis penyakit Hantavirus yang harus diwaspadai oleh masyarakat.
Mengingat tingkat fatalitasnya yang cukup tinggi, pengenalan gejala sedini mungkin menjadi kunci utama dalam menyelamatkan nyawa pasien.
Kemenkes mengingatkan gejala penyakit ini tidak muncul seketika, melainkan memiliki masa inkubasi yang bervariasi.
Baca Juga: Apakah Hantavirus Penyakit Baru? Ini Penjelasan Kemenkes
Masyarakat diminta tidak meremehkan keluhan nyeri otot atau demam, terutama jika baru saja melakukan kontak dengan area yang dihuni tikus.
Menurut panduan Kemenkes yang dirilis Oktober 2022, gejala Hantavirus sangat bergantung pada jenis manifestasi klinis yang dialami pasien.
Terdapat dua kondisi utama yang sering dilaporkan:
1. Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS)
Manifestasi ini menyerang saluran pernapasan. Gejala awal yang muncul biasanya berupa kelelahan, demam, dan nyeri otot hebat pada bagian paha, panggul, punggung, serta bahu.
- Tahap Kritis: Memasuki hari ke-4 hingga ke-10 setelah gejala awal, pasien akan mulai batuk dan mengalami sesak napas akut akibat paru-paru yang terisi cairan. Kondisi ini sering disebut sebagai Hantavirus Cardiopulmonary Syndrome (HCPS) karena dapat mengakibatkan otot jantung tidak berfungsi normal.
Baca Juga: Geger! Hantavirus di Kapal MV Hondius, Ini Beda Tikus di Indonesia & Amerika Selatan - Infografis
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- Gejala Hantavirus
- Hantavirus Pulmonary Syndrome
- HFRS
- Kemenkes
- deteksi dini Hantavirus
- virus tikus




