JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah mulai mengkaji pengembangan jalur double-double track (DDT) atau dwiganda menyusul insiden tabrakan kereta api di kawasan Bekasi Timur, Jawa Barat, pada akhir April lalu yang menewaskan belasan orang.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan, evaluasi sistem perkeretaapian saat ini tengah dilakukan bersama sejumlah pihak terkait.
“Yang jelas kita sedang memikirkan pengembangan DDT tersebut,” kata AHY di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Menurut AHY, evaluasi akan dipimpin oleh Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia untuk memperkuat sistem keselamatan dan kapasitas jalur kereta di wilayah padat.
Baca Juga: AHY Sebut 76 Perlintasan Sebidang di Jawa-Sumatra Perlu Segera Dibenahi
Selain pengembangan jalur eksisting, pemerintah juga mempertimbangkan pembangunan lintasan baru hingga reaktivasi rel-rel lama yang saat ini tidak lagi beroperasi.
“Tentu butuh waktu untuk bisa merampungkan rencana besar pengembangan kereta, baik eksisting maupun pengembangan baru, dan reaktivasi dari rel-rel yang selama ini tidak berfungsi,” kata AHY.
Ia juga mengungkapkan terdapat 76 perlintasan sebidang di wilayah Jawa dan sebagian Sumatera yang perlu segera dibenahi melalui pembangunan palang pintu, flyover, maupun underpass.
Pemerintah telah mengidentifikasi puluhan titik perlintasan sebidang yang dinilai rawan dan membutuhkan penanganan segera.
Baca Juga: Alasan Menkeu Purbaya Setujui Insentif Kendaraan Listrik: Bisa Tekan Impor BBM
Penulis : Dina Karina Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- rel kereta
- rel double track
- lintasan kereta api
- reaktivasi rel kereta
- agus yudhoyono
- menko infrastruktur





