PELARANGAN nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi mencerminkan benturan yang masih sering terjadi antara individu dan struktur kekuasaan.
Fenomena ini tidak cukup kalau hanya dipahami sekadar persoalan administratif atau izin keramaian.
Pelarangan memperlihatkan bagaimana negara bekerja berupaya mengatur ruang publik, menentukan batas wacana yang dianggap sah, sekaligus mengendalikan cara masyarakat mengakses narasi tertentu.
Pembubaran nobar dalam perspektif antropologi mencerminkan benturan antara agensi individu dan struktur kekuasaan.
Di satu sisi, para penyelenggara dan penonton menggunakan agensi mereka, yakni kemampuan untuk bertindak dan memproduksi makna untuk menghadirkan ruang diskusi alternatif melalui media film dokumenter.
Namun di sisi lain, aparat negara bertindak sebagai representasi struktur formal yang memiliki otoritas untuk menjaga keteraturan sosial.
Sebuah struktur yang menuntut kepatuhan individu demi mempertahankan integrasi sosial yang dianggap stabil dan tertib.
Baca juga: Ironi Dominasi Kebenaran dalam Lomba Cerdas Cermat Pilar Kebangsaan
Ketegangan muncul ketika ekspresi warga dianggap berpotensi mengganggu tatanan yang sudah ditetapkan.
Pembubaran nobar juga dapat dibaca sebagai praktik pendisiplinan terhadap tubuh dan ruang publik.
Dalam Discipline and Punish: The Birth of the Prison (1977) Michel Foucault menjelaskan bahwa kekuasaan modern tidak semata hadir melalui kekerasan langsung, tetapi juga melalui pengaturan perilaku masyarakat agar sesuai dengan “kebenaran” yang diproduksi otoritas.
Negara tidak hanya melarang sebuah kegiatan, melainkan sekaligus berupaya membentuk rasa takut, kewaspadaan, dan kepatuhan di tengah masyarakat.
Kontrol tidak selalu dilakukan melalui represi terbuka, tetapi juga melalui internalisasi rasa diawasi.
Pelarangan merupakan bentuk “pendisiplinan diri” (self-discipline), yakni dorongan agar masyarakat membatasi dirinya sendiri dan tidak melampaui koridor informasi yang dianggap aman oleh negara.
Melalui kacamata ini, pembubaran nobar Pesta Babi bukan hanya penghentian sebuah acara, melainkan juga pesan simbolik kepada publik.