Pantau - Nilai perdagangan antara Indonesia dan Rusia mencapai 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp87,5 triliun pada akhir 2025 setelah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam lima tahun terakhir.
Wakil Perdana Menteri Rusia Denis Manturov menyampaikan capaian tersebut dalam pertemuan komisi gabungan Rusia-Indonesia bidang perdagangan, ekonomi, dan kerja sama teknis di Kazan, Selasa.
“Dalam lima tahun terakhir, perputaran perdagangan antara kedua negara kita telah meningkat lebih dari dua kali lipat, mendekati 5 miliar dolar AS pada akhir 2025,” kata Manturov.
Meski demikian, Manturov mengakui proyeksi perdagangan pada 2026 mengalami revisi sedikit menurun.
Namun Pemerintah Rusia tetap optimistis tren perdagangan dengan Indonesia akan kembali meningkat dalam waktu dekat.
Rusia Incar Penguatan Kerja Sama IndustriRusia juga melihat peluang besar untuk memperluas kerja sama industri dengan Indonesia di sejumlah sektor strategis.
Manturov menyebut sektor metalurgi, pembuatan kapal, dan farmasi menjadi bidang yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan ekonomi kedua negara yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.
Selain perdagangan, hubungan bilateral Indonesia dan Rusia juga mencakup sektor energi, industri, dan teknologi.
Hubungan Ekonomi RI-Rusia Terus BerkembangPeningkatan nilai perdagangan terjadi di tengah upaya kedua negara memperluas kerja sama ekonomi dan investasi.
Sebelumnya, Rusia dan Indonesia juga aktif membahas kerja sama energi serta penguatan rantai pasok industri.
Pertemuan komisi gabungan Rusia-Indonesia menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral di bidang perdagangan dan ekonomi.




