Film Crocodile Tears tengah jadi perbincangan. Bukan hanya jalan ceritanya yang menarik, film yang dibintangi Yusuf Mahardika sebagai Johan, Mama (Marissa Anita), hingga Arumi (Zulfa Maharani) ini juga mengambil lokasi syuting di Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Ialah Taman Buaya Indonesia Jaya, tempat wisata yang sudah berdiri sejak 1995 ini menyimpan ratusan buaya dari berbagai jenis, lengkap dengan kisah para pawang yang sehari-hari hidup berdampingan dengan reptil ganas tersebut.
Saat memasuki area taman, suasana khas langsung terasa. Deretan kolam besar dengan air kehijauan dipenuhi buaya yang sebagian hanya diam mengapung, sementara lainnya tampak bergerak perlahan di tepi kolam.
Menurut Nurdin, salah satu pawang, sekaligus pengurus di sana, taman ini memiliki sekitar 500 ekor buaya yang tersebar di lebih dari 100 kolam.
“Di sini ada tiga jenis buaya, mayoritas buaya Sumatera. Ada juga buaya Irian dan buaya Kalimantan,” ujar Nurdin saat mengajak kumparan berkeliling area taman, Selasa (12/5).
Ia menjelaskan, buaya Irian memiliki warna kulit yang cenderung hitam dan terkenal agresif. Sementara buaya Kalimantan punya ciri moncong lebih mancung dan lebih sensitif terhadap panas matahari.
“Kalau buaya Kalimantan kurang suka panas, jadi lebih senang berendam. Kalau Irian itu agresif,” katanya.
Selain tiga jenis utama tersebut, ada dua penghuni yang paling sering menarik perhatian, yaitu buaya putih dan buaya buntung.
Disebut buaya putih, karena kondisi albino yang membuat kulitnya tampak pucat dengan totol hitam samar. Sedangkan buaya buntung sudah terlahir tanpa ekor sempurna.
“Buaya buntung usianya sudah 50 tahun, kalau buaya putih sekitar 35 tahun,” jelasnya.
Di salah satu area pertunjukan, Nurdin menunjukkan lokasi atraksi yang biasanya digelar seminggu sekali saat akhir pekan atau musim liburan.
Dalam pertunjukan itu, tujuh buaya dilibatkan untuk berbagai atraksi ekstrem bersama para pawang.
Mulai dari menyuruh buaya membuka mulut, hingga aksi tidur di atas tubuh buaya sambil melambaikan tangan ke penonton.
“Awalnya takut, tapi kalau sudah terbiasa, ya, hati-hati saja,” kata Nurdin sambil tertawa.
Jadi Lokasi SyutingPopularitas taman buaya ini kembali meningkat setelah menjadi lokasi syuting film Crocodile Tears beberapa bulan lalu. Selama proses produksi, para pawang ikut mendampingi kru hingga larut malam.
“Seru waktu syuting film itu. Kita sampai tengah malam jagain kru,” kata Pak Nurdin.
Menurutnya, hampir seluruh sudut taman disulap menjadi set film dengan tambahan backdrop rumah-rumahan. Salah satu kandang buaya putih bahkan ikut tampil dalam adegan film tersebut.
Bisa Beri Makan BuayaSelain melihat koleksi buaya dari dekat, pengunjung juga bisa memberi makan langsung menggunakan ayam mati yang dijual di area wisata. Aktivitas ini menjadi favorit wisatawan lokal, maupun wisatawa asing, seperti Jepang dan Korea. Namun, pengunjung tetap diminta berhati-hati dan mematuhi aturan.
“Boleh foto-foto, tapi jangan lempar batu atau sampah ke kolam. Kalau kemakan buaya bisa sakit,” ujar Nurdin.
Ia juga mengingatkan agar pengunjung tidak memasukkan tangan ke area kandang, atau mencoba melompati pagar pembatas.
Nah, buat kamu yang ingin mengunjungi tempat ini, tiketnya dibanderol Rp 30 ribu per orang. Harga ini belum termasuk tiket parkir kendaraan, dan tiket untuk memberi makan buaya.





