REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON— Dalam kontras dengan narasi resmi pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang selama ini mengklaim telah melumpuhkan kemampuan militer Iran, laporan terbaru harian The New York Times justru mengungkap fakta berbeda.
Mengutip sejumlah sumber yang mengetahui laporan intelijen rahasia Amerika, surat kabar itu menyebut bahwa Teheran telah berhasil memulihkan kendali atas sekitar 90 persen fasilitas rudal bawah tanahnya di berbagai wilayah negara tersebut.
Baca Juga
Mesir Kirim Jet Tempur ke Uni Emirat Arab, Begini Tanggapan Santai Iran
Media Inggris Ungkap Retaknya Hubungan Trump dan Netanyahu, Dulu Saling Dukung Kini Saling Tuduh
Hizbullah, Para Pemburu Mematikan, dan 3 Pesan Kuat untuk Tentara Israel
Penilaian rahasia yang disusun awal bulan ini dan dibahas di kalangan lembaga intelijen Amerika menunjukkan bahwa Iran masih mempertahankan sebagian besar persenjataan strategisnya.
Temuan ini menempatkan Washington pada dilema besar, terutama karena militer Amerika disebut sedang menghadapi kekurangan serius persediaan amunisi penting.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Berdasarkan citra satelit dan teknologi pemantauan canggih, laporan intelijen tersebut menghasilkan sejumlah temuan yang dinilai mengkhawatirkan oleh pejabat tinggi Amerika Serikat.
Sekitar 90 persen fasilitas penyimpanan dan peluncuran rudal bawah tanah Iran disebut telah kembali beroperasi, baik secara penuh maupun sebagian.
Iran juga dilaporkan kembali memiliki akses operasional terhadap 30 dari 33 lokasi peluncuran rudal yang menghadap ke Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui hampir seperlima konsumsi minyak harian dunia.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)