Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Komisi X DPR RI sekaligus Anggota MPR RI Hetifah Sjaifudian mendorong agar babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat diulang.
Saat ini polemik terkait LCC Empat Pilar MPR RI 2026 yang digelar pada Sabtu (9/5/2026) itu menjadi sorotan publik.
Pasalnya, terjadi kesalahan penilaian pada saat sesi pertanyaan rebutan yang melibatkan regu C (SMAN 1 Pontianak) dan regu B (SMAN 1 Sambas).
Respons dewan juri terhadap keberatan peserta itulah yang menjadi sorotan.
Saat itu, ada pertanyaan rebutan: "DPR dalam memilih anggota BPK diwajibkan untuk memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?".
Regu C menjawab: "Anggota BPK dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden."
Mendengar jawaban itu, juri mengurangi lima poin regu C. Lantas, pertanyaan dilempar ke regu lain, yakni regu B.
Regu B menjawab: "Anggota BPK dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden."
Mendengar jawaban itu, juri menambah sepuluh poin untuk regu B. Regu C pun menyampaikan keberatannya, Menurut mereka, jawabannya sama.
"Tadi disebutkan regu C ya itu pertimbangan dari DPD-nya tidak ada. DPR tadi,” kata Dewan Juri Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita W.B.
Singkatnya, regu C kembali menyampaikan keberatannya lantaran menurut mereka kata DPD-nya terucap.
"Keputusan saya kira di dewan juri ya," timpal Dyastasita
Akan tetapi, sebelum MC melanjutkan perlombaan ke pertanyaan selanjutnya, dewan juri yang lain, yakni Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI Indri Wahyuni menyampaikan respons tambahan.
"Begini ya. Kan sudah diperingatkan dari awal ya artikulasi itu penting. Jadi biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas ya. Kalau menurut kalian sudah, tapi dewan juri menilai kalian tidak, karena tidak mendengar artikulasi kalian dengan jelas ya itu artinya dewan juri berhak memberikan nilai minus lima," ucap Indri.
Hal inilah awal mula lomba ini menjadi sorotan publik. Oleh karena itu, Hetifah mendorong lomba tersebut diulang usai polemik akibat kesalahan penilaian.




