JAKARTA, KOMPAS.com - Fenomena pengendara sepeda motor melawan arus di Jalan Outer Ring Road, Cengkareng, Jakarta Barat, kembali menjadi sorotan.
Aksi berbahaya itu bahkan dilakukan secara massal pada jam sibuk sore hari demi memangkas waktu perjalanan menuju arah Cengkareng dan Bandara Soekarno-Hatta.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi pada Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 17.40 WIB, lebih dari 50 sepeda motor tercatat melawan arus hanya dalam waktu lima menit.
Para pengendara masuk dari arah Jalan Kamal Raya, Tegal Alur, Kalideres, lalu melawan arus sejauh kurang lebih 200 meter menuju area putaran balik pintu air Cengkareng di depan Ruko 1000, Kompleks Perumahan KFT.
Secara aturan, pengendara seharusnya memutar lebih jauh melalui kawasan Jalan Syeikh Junaid Al Batawi dekat akses tol Bandara Soetta.
Baca juga: MRT Jakarta-Bekasi Ditargetkan Beroperasi 2030, Ini Jalurnya
Namun, jarak putar balik resmi mencapai sekitar 1,5 kilometer sehingga banyak pengendara memilih jalan pintas meski melanggar lalu lintas.
Salah satu pengguna jalan, Alshad (25), mengaku pernah beberapa kali ikut melawan arus karena ingin menghindari kemacetan dan mempersingkat perjalanan.
“Jujur emang pernah beberapa kali sih (lawan arus), enggak selalu tiap lewat situ, tapi biasanya kadang kalau lagi buru-buru atau ngejar waktu,” ujar Alshad saat ditemui Kompas.com di lokasi.
Menurut dia, memutar melalui jalur resmi bisa menghabiskan waktu hingga 15 menit akibat kepadatan lalu lintas di sekitar titik putar balik resmi.
“Padahal dari keluar Tegal Alur sini tuh dekat banget udah kelihatan putaran baliknya,” kata dia.
Baca juga: Diam-diam Ada Markas Judi Online Internasional di Jakarta
Picu Kemacetan dan Kecelakaan
Aksi lawan arus itu bukan hanya membahayakan pelaku, tetapi juga berdampak pada pengguna jalan lain.
Saat pemotor memotong jalur untuk masuk ke area putaran balik, arus kendaraan dari arah Cengkareng kerap terhambat hingga memicu antrean panjang.
Warga sekitar bernama Fatih (27) menyebut praktik itu sudah berlangsung lama dan menjadi salah satu penyebab kemacetan di lokasi.
“Dari dulu itu mereka pada begitu, lawan arah kan pas beloknya motong jadi yang lain pada berhenti, bikin macet,” ujar Fatih.