Guru Pendamping LCC MPR SMAN 1 Pontianak Rupanya Sempat Protes, Tak Disangka Ini yang Dikatakan oleh Dewan Juri

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Guru pendamping Lomba Cerdas Cermat atau LCC MPR dari SMAN 1 Pontianak rupanya sempat ingin protes namun tak diberikan kesempatan.

Diketahui, media sosial dihebohkan dengan video penyelenggaraan Lomba Cerdas Cermat tau LCC MPR di Kalimantan Barat.

Hal tersebut bermula saat Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjawab pertanyaan tentang pemilihan anggota BPK. Namun jawaban siswi tersebut disebut salah oleh para juri.

Pertanyaan pun kembali dilempar dan dijawab oleh regu lain yaitu Regu B dari SMAN 1 Sambas dengan jawaban yang sama dan dibenarkan oleh juri.

Siswi bernama Josepha Alexandra dari Regu C pun tak terima dan memprotes bahwa jawaban yang diberikan Regu B sama dengan miliknya.

“Izin, kami tadi menjawabnya sama seperti Regu B,” kata Josepha Alexandra.

Yang membuat netizen geram adalah respons dari juri dan juga MC yang seolah menyudutkan Regu C.

Salah satu dewan juri yaitu Indri Wahyuni justru menekankan soal artikulasi yang jelas dalam menjawab pertanyaan.

Rupanya, salah satu guru pendamping dari SMAN 1 Pontianak sempat mrngangkat tangan untuk protes. Namun ia justru tidak diberikan kesempatan.

"Ibu mohon maaf, yang berhak menampilkan atau memprotes itu peserta. Guru pendamping tidak berhak tapi keputusan dewan juri bersifat final dan mengikat dan tidak dapat diganggu gugat ya ibu," kata diduga salah satu dewan juri, Indri Wahyuni mengutip tayangan video di X.

Setelah peristiwa tersebut tersebar luas di media sosial, netizen pun banyak mengulik soal sosok dewan juri dan MC acara tersebut.

Dugaan status WhatsApp milik Indri Wahyuni pun turut tersebar luas di media sosial.

Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI itu seolah menantang warganet untuk membongkar LHKPN miliknya.

Dalam status bernama kontakn'Bu Indri MPR ', terlihat ia yang tampak menuliskan pesan dalam bahasa Inggris.

"They deserve the win and the explanation why they are still the winner of the game. Focusing on one school and neglecting justice for other is a part of the biggest ignorance that one could do…,“ tulis status yang diduga milik Indri Wahyuni, mengutip Instagram @jakartapening, 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iran Desak AS Setujui Proposal Damai Jika Tak Mau Gencatan Senjata Kolaps
• 26 menit laluidxchannel.com
thumb
Kandas di Tangan Jepang, Timnas Indonesia U-17 Gagal Melaju ke Piala Dunia
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Revolusi transportasi yang lebih memahami manusia
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Pengemis Modus Ngesot di Jam Gadang Bukittinggi Ditangkap, Ternyata Bisa Jalan
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
Gelar RUPST, LPCK Tetapkan Jajaran Dewan Komisaris dan Direksi Baru
• 14 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.