Usai Rebalancing MSCI, Pasar Kini Tunggu Kepastian Risiko Frontier Market

bisnis.com
11 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Keputusan MSCI Inc. dalam tinjauan indeks Mei 2026 dinilai belum menjadi katalis positif bagi pasar saham Indonesia. Pelaku pasar kini akan menanti kepastian arah status Indonesia di indeks global, terutama terkait risiko penurunan klasifikasi menjadi frontier market.

Stockbit Sekuritas dalam risetnya, menilai hasil rebalancing Mei 2026 sejalan dengan ekspektasi sebelumnya. Menurut mereka, MSCI masih mempertahankan pembekuan pasar Indonesia sehingga tidak ada penambahan baru ke indeks utama global, MSCI Global Standard Indexes.

“MSCI mengeksekusi deletion atas saham dalam daftar high shareholding concentration [HSC] seperti BREN dan DSSA sesuai preseden Hong Kong, serta penyesuaian free float yang berdampak pada beberapa konstituen non-HSC,” tulis Stockbit dalam risetnya, Rabu (13/5/2026).

Stockbit menilai penghapusan saham-saham HSC seperti BREN dan DSSA berpotensi memicu tekanan jual dari passive fund menjelang rebalancing efektif pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026.

Selain itu, keluarnya AMMN, TPIA, dan CUAN dari MSCI Standard Index disebut mencerminkan dampak penyesuaian free float yang lebih rendah oleh MSCI menggunakan data kepemilikan di atas 1% dari KSEI.

Saat ini, perhatian pasar dinilai bergeser ke MSCI Market Accessibility Review yang akan dirilis pada Juni 2026. Menurut Stockbit, agenda tersebut jauh lebih substansial dibandingkan rebalancing indeks Mei.

Baca Juga

  • Arah IHSG & Rekomendasi Saham Cuan Usai MSCI Rombak Konstituen Indeks Global
  • Daftar Perubahan MSCI Global Standard Indexes Asia Pasifik, Ini Saham yang Masuk dan Keluar
  • MSCI Umumkan Perubahan Small Cap Index, AMRT Masuk, ANTM hingga SIDO Keluar

Menurut Stockbit, review tersebut selayaknya menjadi perhatian pasar lantaran berisi keputusan mengenai pembekuan FIF/NOS, penambahan ke IMI, dan migrasi size segment untuk review berikutnya pada Agustus 2026.

Selain itu, keputusan ini penting lantaran pasar menunggu penegasan bahwa risiko penurunan status Indonesia dari emerging market menjadi frontier market sudah tidak lagi menjadi ancaman.

“Yang perlu dicermati ke depan adalah MSCI Market Accessibility Review pada Juni 2026 sebagai katalis yang lebih substansial dibandingkan index review Mei kali ini,” tulis Stockbit.

Ketidakpastian status Indonesia di indeks global sebelumnya menjadi perhatian investor asing, terutama setelah MSCI menyoroti isu aksesibilitas pasar dan konsentrasi kepemilikan saham di sejumlah emiten domestik.

Diberitakan sebelumnya, lembaga penyedia indeks internasional, MSCI Inc. baru saja mengumumkan hasil rebalancing saham hari ini. 

Berdasarkan MSCI May 2026 Index Review, tidak ada tambahan saham Indonesia baru dalam MSCI Global Standard Index. Sebaliknya, MSCI menghapus enam saham Indonesia dari indeks tersebut, yakni AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT.

Namun, MSCI memasukkan saham AMRT ke dalam MSCI Small Cap Index setelah sebelumnya saham tersebut dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index.

Di sisi lain, terdapat 13 saham Indonesia yang dicoret dari MSCI Small Cap Index. Saham-saham tersebut meliputi ANTM, AALI, BANK, dan BSDE.

Kemudian, MSCI juga menghapus DSNG, SIDO, MIDI, serta MIKA dari MSCI Small Cap Index.

Selanjutnya, saham MSIN, TKIM, APIC, SSMS, dan TAPG juga keluar dari indeks tersebut.

______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sering Salah Sangka! Ini Bedanya Menghidrasi dan Melembapkan Kulit agar Glowing Maksimal
• 11 jam laluharianfajar
thumb
19 Saham RI Keluar dari Indeks MSCI, OJK: Konsekuensi Jangka Pendek Proses Reformasi Integritas
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Surga Belanja Jemaah Asal Indonesia, Ini Keunggulan Pasar Kakiyah di Makkah
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kabar Terbaru Soal Isu Jaringan Pedofilia Libatkan WNA Jepang di Blok M
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Dilema Purbaya Sebut Konsumsi BBM Nasional Masih Tinggi: Dengan Harga Lebih Tinggi
• 9 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.