CCTV Tak Mampu Membayar Biaya Penyiaran Piala Dunia 2026, Warganet Menganalisis Kebenaran di Baliknya 

erabaru.net
5 jam lalu
Cover Berita

Baru-baru ini, topik tentang televisi pemerintah Partai Komunis Tiongkok CCTV yang disebut tidak mampu membeli hak siar Piala Dunia 2026 menjadi trending. Penyebab di baliknya memicu berbagai spekulasi. Ada analisis yang menyebut bahwa akar masalahnya adalah penurunan ekonomi saat ini, sulitnya lapangan kerja, serta masyarakat yang sedang berjuang untuk bertahan hidup sehingga semakin sedikit orang yang menonton Piala Dunia. Pendapatan iklan CCTV juga disebut menurun drastis.

EtIndonesia. Piala Dunia 2026 yang diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko akan dimulai pada 11 Juni mendatang. Menurut laporan media resmi PKT, FIFA awalnya menawarkan harga hak siar kepada CCTV sebesar 250 juta hingga 300 juta dolar AS, sedangkan anggaran CCTV diperkirakan hanya sekitar 60 juta hingga 80 juta dolar AS. Meskipun setelah beberapa putaran negosiasi harga telah turun menjadi sekitar 120 juta hingga 150 juta dolar AS, angka tersebut masih dianggap memiliki “selisih yang sangat besar” dibanding ekspektasi CCTV.

Ada pendapat publik yang menilai bahwa ketidakmampuan CCTV membeli hak siar Piala Dunia mencerminkan ketegangan fiskal pemerintah PKT serta buruknya kondisi ekonomi Tiongkok.

Sejumlah netizen bahkan mengatakan: “Sepak bola adalah hiburan anak muda. Dalam kondisi ekonomi Tiongkok yang suram dan sulitnya mencari pekerjaan saat ini, kaum muda saja sudah kesulitan bertahan hidup, mana ada tenaga untuk peduli hal lain?”

Netizen di Weibo mengatakan bahwa ketika CCTV tidak mau membayar, itu karena daya konsumsi penonton kali ini sudah tidak memadai lagi, dan anak muda bahkan hidup saja sudah sangat sulit.

“Masyarakat sekarang tidak lagi mengonsumsi hiburan, yang penting bertahan hidup dulu. Pada tahun 2019, 2023, dan 2024, total pendapatan box office libur Hari Buruh semuanya sekitar 1,5 miliar yuan. Tapi pada 2026, box office libur Hari Buruh hanya sedikit di atas 700 juta yuan, turun separuh seperti harga properti. Dulu anak muda konsumsi dulu baru pikir masa depan, sekarang bertahan hidup dulu baru bicara soal kebahagiaan.”

“Kuncinya, orang di bawah usia 30 tahun sekarang tidak banyak yang suka sepak bola. Sedangkan yang berusia 40-an banyak yang sedang terkena PHK, menganggur, atau khawatir akan kehilangan pekerjaan. Mana sempat memikirkan sepak bola?”

“Masalah utamanya rakyat tidak punya uang, ekonomi menurun dan konsumsi lesu. Pengiklan tidak mau memasang iklan, lalu CCTV pakai apa untuk membeli hak siar?”

“Pada dasarnya budaya kerja 996 dan kecemasan soal hidup hampir menghancurkan semua aktivitas hiburan film dan televisi. Orang sekarang cukup menonton video pendek gratis saja, siapa yang masih kuat begadang menonton pertandingan?”

Ada juga netizen yang mengatakan bahwa beberapa tahun lalu CCTV masih bisa mendapatkan banyak pemasukan iklan melalui saluran olahraga. Namun sekarang, CCTV sudah sangat sulit memperoleh pendapatan iklan, bahkan pada jam tayang utama pun hampir tidak ada iklan.

“Saya awalnya tidak mengerti langkah CCTV kali ini. Tapi hari ini saat menonton Kejuaraan Dunia Tenis Meja, saya langsung paham. Pertandingan jam 19.30 malam, yang merupakan prime time, ternyata CCTV bahkan tidak mendapatkan satu iklan pun. Mereka sampai memutar ulang lomba loncat indah untuk mengisi waktu sebelum pertandingan dimulai. Jadi ternyata 300 juta dolar AS bukan sekadar harga mahal, tapi benar-benar harga yang terlalu tinggi untuk kondisi pendapatan CCTV sekarang. Kalau jam tayang utama saja tidak dapat iklan, bisa dibayangkan bagaimana jam tayang tengah malam. Zaman benar-benar sudah berubah.”

Selain itu, korupsi olahraga di bawah sistem PKT juga merajalela. Mulai dari ketua asosiasi sepak bola hingga pelatih tim nasional banyak yang jatuh karena kasus korupsi. Prestasi tim nasional sepak bola pria Tiongkok juga terus mengecewakan para penggemar.

Ada netizen yang berkata :  “Bukankah justru kerja keras tim nasional Tiongkok selama bertahun-tahun yang membuat rakyat tidak mau mengeluarkan uang untuk Piala Dunia? Piala Dunia tanpa tim Tiongkok, masih berharap orang Tiongkok mau bayar untuk menonton?”

Laporan gabungan wartawan Li Li /  Lin Qing – NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polres Batu Berikan Klarifikasi Resmi Terkait Isu Liar Dugaan Penipuan Penggandaan Uang
• 21 jam lalurealita.co
thumb
Hari Ini, Nadiem Makarim Jalani Sidang Tuntutan Kasus Chromebook
• 7 jam laluokezone.com
thumb
MSCI Depak Sejumlah Saham RI, Waspada Tekanan Jual Asing di Pasar Modal
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Antisipasi Krisis Logistik, KSOP Tanjung Priok Gelar Simulasi Penanganan Tumpahan Minyak
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Terdakwa Sebut Tidak Tahu Efek Cairan yang Disiram ke Andrie Yunus
• 50 menit lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.