Pentagon Sebut Perang AS terhadap Iran Telah Menelan Biaya Rp507 Triliun

metrotvnews.com
10 jam lalu
Cover Berita

Washington: Perang Amerika Serikat (AS) terhadap Iran sejauh ini telah menghabiskan biaya sebesar USD29 miliar atau sekitar Rp507,60 triliun, menurut pejabat senior Pentagon, meningkat USD4 miliar (Rp70,01 triliun) dibandingkan estimasi yang diumumkan akhir bulan lalu.

Dengan pemilu paruh waktu yang tinggal enam bulan lagi dan Partai Republik Presiden Donald Trump diperkirakan menghadapi tantangan berat mempertahankan mayoritas di DPR, Partai Demokrat memperoleh momentum dalam survei opini publik dengan mengaitkan perang tersebut terhadap persoalan biaya hidup.

Pada 29 April, Pentagon memperkirakan biaya perang saat itu mencapai USD25 miliar (Rp437,58 triliun).

Jules Hurst, yang menjalankan tugas sebagai comptroller Pentagon, mengatakan kepada anggota parlemen pada Selasa bahwa angka terbaru tersebut mencakup pembaruan biaya perbaikan dan penggantian peralatan serta biaya operasional.

"Tim staf gabungan dan tim comptroller terus meninjau estimasi tersebut," kata Hurst, dikutip dari TRT World, Rabu, 13 Mei 2026.

Ia menyampaikan pernyataan itu bersama Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine.

Namun belum jelas bagaimana Pentagon menghitung angka total USD29 miliar tersebut.

Seorang sumber mengatakan kepada Reuters pada Maret bahwa pemerintahan Trump memperkirakan enam hari pertama perang saja telah menghabiskan sedikitnya USD11,3 miliar (Rp197,78 triliun). Kerugian Iran dan Israel Capai Ratusan Miliar Dolar Kementerian Keuangan Israel sebelumnya memperkirakan biaya perang selama 40 hari melawan Iran dan Lebanon mencapai sekitar USD17,5 miliar (Rp306,31 triliun), menurut laporan Channel 12 Israel bulan lalu.

Selama perang berlangsung, Iran meluncurkan sekitar 650 rudal balistik ke Israel yang menyebabkan kerusakan luas dan korban jiwa, menurut media Israel.

Pejabat Iran memperkirakan kerugian langsung dan tidak langsung akibat perang mencapai sekitar USD270 miliar (Rp4.725,93 triliun).

Angka tersebut mencakup kerusakan infrastruktur dan kerugian ekonomi, sementara Teheran disebut menuntut kompensasi dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat.

Amerika Serikat bergabung dengan Israel menyerang Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut dengan cepat menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei beserta sejumlah petinggi militer lainnya, termasuk ratusan warga sipil.

Namun Iran segera membalas dengan memperketat kontrol atas Selat Hormuz, jalur sempit yang sebelumnya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Teheran juga melancarkan serangan rudal dan drone terhadap negara-negara Teluk sekutu Amerika Serikat yang mengguncang stabilitas kawasan kaya minyak tersebut.

Meski gencatan senjata rapuh yang dimediasi Pakistan sejak 8 April masih bertahan, Trump tetap mengecam respons terbaru Iran terhadap proposal penyelesaian dari Amerika Serikat dan memperingatkan gencatan senjata berada di ambang keruntuhan.

Baca juga:  Trump Pertimbangkan 'Operation Sledgehammer' Jika Gencatan Senjata Iran Runtuh


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kebakaran Disertai Ledakan Gudang Oli Bekas dan Solar di Ponorogo, 2 Petugas Damkar Terluka
• 9 jam lalurctiplus.com
thumb
Ketua MPR Putuskan Lomba Cerdas Cermat di Kalbar Diulang
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
Analisis Kinerja Lini Belakang Timnas Indonesia U-17 saat Tumbang dari Jepang di Piala Asia U-17 2026: Momok Umpan Silang
• 6 jam lalubola.com
thumb
Kemenhaj: 138.879 Jemaah Haji Indonesia Sudah Tiba di Arab Saudi
• 19 jam laluokezone.com
thumb
Raja Juli Antoni dan FAO Bahas Tata Kelola Karbon hingga Hutan Berkelanjutan
• 1 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.