Bareskrim & Botasupal Memusnahkan 466.535 Lembar Uang Palsu

jpnn.com
13 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - JAKARTA - Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasuopal) dan Bareskrim Polri memusnahkan 466.535 lembar uang rupiah palsu, Rabu (13/5).

Pemusnahan dilakukan di kantor Bank Indonesia (BI) menggunakan mesin racik khusus yang memiliki kemampuan mencacah kertas uang.

BACA JUGA: Polisi Bongkar Peredaran Uang Palsu Rp 620 Juta di Bogor, Satu Pelaku Ditangkap

"Pemusnahan dilakukan sesuai dengan prosedur ketat sesuai ketentuan berlaku," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Ricky P. Gozali.

Dia menjelaskan bahwa ratusan ribu lembar uang rupiah palsu yang dimusnahkan itu merupakan hasil dari akumulasi laporan yang terkumpul selama periode 2017 hingga November 2025.

BACA JUGA: Dugaan AKP Deky Jonathan Sasiang Terlibat Narkoba Diusut Bareskrim Polri

Laporan tersebut dihimpun dari berbagai sumber, mulai pengaduan masyarakat, perbankan, hingga Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah (PJPUR). 

Selain itu, temuan juga didapat dari hasil pengolahan setoran bank kepada BI di seluruh wilayah nasional.

BACA JUGA: Rupiah Kian Terpuruk, Bank Indonesia Merespons

Berdasarkan data yang dirilis BI, tren temuan uang rupiah palsu saat ini menunjukkan penurunan yang cukup signifikan. 

Ricky memerinci, tingkat peredaran uang palsu tercatat 5 ppm (piece per million atau 5 lembar dalam setiap 1 juta uang yang beredar) pada 2023.

Angka tersebut kemudian melandai menjadi 4 ppm pada periode 2024 hingga 2025.

"Terus menurun menjadi 1 ppm pada April 2026," tutur Ricky.

Kondisi ini menjadi indikator positif bagi keamanan sistem keuangan di Indonesia.

Ricky menilai capaian impresif ini merupakan hasil dari sinergi dan koordinasi yang erat antarberbagai unsur yang tergabung dalam Botasupal. 

Di sisi lain, Ricky menyebut hal ini juga dipengaruhi konsistensi BI melakukan penguatan kualitas uang rupiah.

Mulai dari pemilihan bahan uang, penggunaan teknologi cetak termutakhir, hingga penerapan unsur pengaman yang kian modern. 

"Sehingga makin mudah dikenali dan sulit dipalsukan," katanya. (mcr31/jpnn)


Redaktur : M. Kusdharmadi
Reporter : Romaida Uswatun Hasanah


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Dapat Laporan, Ada Temuan Uang Koruptor Rp39 Triliun
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Kejagung Selidiki Dugaan Pengurusan Perkara Aspidum Kejati Sumsel
• 3 jam laludetik.com
thumb
31 Tahun Melayani Negeri, Telkomsel Gelar DobrakFest 2026 Perkuat Customer Experience
• 23 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Kaitkan Utang Pemerintah dengan Program MBG Dinilai Tak Tepat, Pakar Beri Penjelasan
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Pulihkan Dampak Banjir Sultra, Mentan Salurkan Bantuan Rp10 Miliar
• 20 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.