Jakarta: Merasa tubuh lemas dan cepat lelah padahal tidak banyak melakukan aktivitas fisik kerap membuat seseorang bingung. Namun, kondisi tersebut bisa saja berkaitan dengan overthinking atau kebiasaan berpikir berlebihan.
Dalam psikologi, overthinking sering dikaitkan dengan rumination, yakni pola memikirkan masalah secara berulang tanpa menemukan solusi. Kondisi ini bukan hanya memengaruhi kesehatan mental, tetapi juga dapat berdampak pada kondisi fisik tubuh.
Baca Juga :
Wearable Device Semakin Canggih, Apakah Aman untuk Kesehatan?-Melek TeknologiSaat otak terus bekerja dalam tekanan, tubuh ikut merespons seolah sedang menghadapi ancaman. Karena itu, seseorang bisa merasa kehabisan tenaga meski tidak banyak melakukan aktivitas fisik.
Dalam unggahan Instagram Kementerian Pemuda dan Olahraga (@kemenpora), psikolog Wara Rahmawati menjelaskan aktivitas mental yang berlebihan dapat memicu respons stres kronis pada tubuh.
Akibatnya, kadar hormon kortisol meningkat sehingga memicu rasa cemas dan menguras cadangan glukosa otak. Kondisi inilah yang membuat overthinking terasa melelahkan layaknya aktivitas fisik. Penyebab Overthinking Masih berdasarkan penjelasan psikolog Wara Rahmawati, terdapat berbagai faktor yang dapat memicu overthinking, seperti takut membuat kesalahan, tekanan dari lingkungan, hingga trauma masa lalu.
Overthinking juga sering muncul tanpa disadari. Beberapa tandanya antara lain:
- Sulit fokus pada aktivitas lain
- Terus membayangkan berbagai kemungkinan buruk
- Sulit berhenti memikirkan suatu masalah
- Cemas berkepanjangan
- Mudah marah atau emosional
- Motivasi dan produktivitas menurun
Karena itu, rasa lelah akibat overthinking bisa terasa nyata dan memengaruhi kondisi fisik seseorang.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Jessica Nur Faddilah)



