JAKARTA, DISWAY.ID -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan komitmennya mendukung percepatan transisi energi bersih dengan melanjutkan kebijakan insentif fiskal bagi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB).
Melalui pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), warga ibu kota merasakan langsung dampak ekonomi kendaraan listrik.
Kebijakan ini diharapkan menekan polusi udara di Jakarta.
BACA JUGA:Banyak Lansia Tanpa Pendamping, Petugas Haji Jeddah Ambil Alih Dorong Kursi Roda
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan kebijakan ini selaras dengan program pemerintah pusat dalam membangun ekosistem kendaraan listrik nasional.
Insentif dirancang agar masyarakat semakin tertarik beralih ke moda transportasi rendah emisi.
"Kami memandang kebijakan ini sebagai bagian integral dari upaya menurunkan polusi dan mendorong penggunaan energi hijau di Jakarta," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta belum lama ini.
Bagi pengguna kendaraan listrik, kebijakan ini menjadi angin segar yang melampaui ekspektasi. Fakhri Fuadi Muflih (31), seorang karyawan yang tinggal di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, mengaku awalnya ragu beralih ke mobil listrik.
Kekhawatiran utamanya biaya pajak tahunan yang ia asumsikan bakal setara dengan mobil konvensional bermesin bensin (Internal Combustion Engine).
BACA JUGA:Tak Tepat Kaitkan Utang Pemerintah dengan MBG, Pakar: Cara Berpikir Fiskal Terlalu Dangkal
"Awalnya, saya mengira pajaknya bisa mencapai jutaan rupiah, sama seperti mobil bensin pada umumnya. Namun, setelah merasakan sendiri, pajaknya tetap berada di angka sekitar Rp143.000. Tentu ini sangat melegakan dari sisi pengeluaran rutin," kata Fakhri, pemilik mobil listrik buatan Korea Selatan, Selasa 12 Mei 2026.
Selain keuntungan finansial, Fakhri menyoroti efisiensi operasional. Setelah tiga bulan menggunakan mobil listrik, warga Kemayoran, Jakarta Pusat ini menemukan biaya perawatan jauh lebih ekonomis karena minimnya komponen bergerak dibandingkan mobil konvensional.
Pengisian daya baterai pun, ujar itu, jauh lebih murah ketimbang membeli bahan bakar minyak (BBM).
Senada, Florentina Rizha (29), warga Tanjung Duren, Jakarta Barat, menilai pembebasan pajak sebagai langkah cerdas pemerintah untuk memberikan kepastian finansial jangka panjang bagi konsumen.
Menurutnya, insentif pajak nol persen membantu masyarakat dalam merencanakan manajemen keuangan keluarga hingga sepuluh tahun ke depan.
- 1
- 2
- »





