Polisi mengungkap, aksi penusukan yang membuat sekuriti di Surabaya meninggal dunia, karena permasalahan pinjaman online (pinjol) yang menjerat pelaku dan korban.
AKBP Edy Herwiyanto Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya menerangkan, setelah dilakukan penyidikan terhadap pelaku, aksi ini diawali dengan permasalahan pinjol.
“Pelaku (OA) adalah teman korban. Mereka berdua sempat pinjam uang lewat pinjol. Uang yang didapat itu, dipakai berdua,” katanya, Rabu (13/5/2026).
Edy melanjutkan, saat pelaku melakukan komunikasi dengan korban terkait pembayaran pinjaman, terjadi ketersinggungan yang berakibat percekcokan.
“Adanya percekcokan itulah akhirnya pelaku melakukan pembunuhan terhadap korban dengan cara ditusuk leher dan dada. Sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia,” ungkapnya.
BACA JUGA: Kasus Pembunuhan Sekuriti di Surabaya Terungkap, Pelaku Ternyata Rekan Kerja Korban
BACA JUGA: Diduga Dibunuh, Sekuriti Perumahan di Surabaya Meninggal dengan 6 Luka Tusuk
Adapun dalam aksi ini, kata Edy, pelaku melakukan aksinya seorang diri. Hal ini juga diketahui setelah melakukan pengecekan di beberapa CCTV yang ada.
“Dari keterangan pelaku, kemudian cek CCTV, dan saksi di TKP, memang saat itu kondisi sepi. Tidak ada orang kecuali korban dan pelaku di lokasi,” tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang sekuriti inisial D (34 tahun) ditemukan meninggal dunia dengan kondisi bersimbah darah di pos penjagaan perumahan Graha Darmo Satelit Surabaya, Senin (11/5/2026) pagi.
Kompol M. Akhyar Kapolsek Sukomanunggal mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh rekannya dengan posisi tergeletak di dalam pos sekitar pukul 05.30 WIB.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan ada enam luka tusuk pada tubuh korban yakni, di bagian leher, punggung, lengan, dada serta perut.
“Enam tusuk di leher sebelah kanan, punggung sebelah kiri, lengan sebelah kiri belakang, sikut sebelah kiri, dada sebelah kanan dan perut sebelah kiri,” jelasnya.
Kemudian handphone korban diketahui juga hilang dan diduga diambil oleh pelaku. Sedangkan motor korban dan dompet serta isinya tidak diambil.
“Barang yang diambil, handphone saja. handphone pribadi korban. Sedangkan sepeda motornya itu bagus, enggak diambil sama kunci kontaknya itu,” tuturnya. (kir/saf/ipg)




