Usai Pengumuman MSCI, OJK Janji Akan Banyak Emiten Berkualitas

cnbcindonesia.com
6 jam lalu
Cover Berita
Foto: Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi saat menyampaikan Konferensi Pers Pasar Modal di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (13/5/2026). (CNBC Indonesia/Mentari Puspadini)

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan jumlah emiten berkualitas akan semakin banyak di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini merespons pengumuman rebalancing MSCI bulan Mei 2026.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi menyampaikan bahwa pihaknya dengan BEI telah merangkul pelaku pasar baik di sisi potensi pembeli maupun dari supply side yang mencakup emiten tercatat maupun calon-calon emiten.


Baca: Respons Pengumuman MSCI, OJK Tegas Lakukan Langkah Ini

"Nanti secara selektif kami akan memastikan akan semakin banyak emiten yang lebih berkualitas yang akan hadir, mengisi, dan tercatat di Bursa Efek Indonesia ke depannya," tutur Hasan saat konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (12/5/2026).

Ia kemudian menegaskan bahwa OJK akan terus memonitor respons dan reaksi pasar terhadap kondisi terkini, terutama pengumuman MSCI yang baru saja dilakukan.

Hasan menilai penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I hari ini pasca pengumuman MSCI masih wajar. Hal itu tercermin dari tidak ada saham yang mengalami auto rejection bawah (ARB), kemudian rata-rata frekuensi, volume, dan nilai transaksi masih cukup baik.

"Secara rata-rata tidak ada perbedaan normal dibandingkan hari-hari sebelumnya. Jadi ini juga menunjukkan tidak adanya upaya panic selling atau reaksi satu arah berupa arus, katakanlah upaya menjual saham-saham tanpa diimbangi kekuatan pembelian," ujar Hasan.

Ia melanjutkan, dengan segala gejolak yang ada baik di regional dan global saat ini, tingkat rata-rata harga di pasar saham yang dicerminkan oleh price to earning ratio (PER) IHSG sudah amat rendah.

"Kita sekarang sudah jauh di bawah posisi pada saat terjadi all time high di pertengahan Januari. Sekarang bahkan secara peer regional tingkat rata-rata PER saham-saham kita sudah ada di bawah PER rata-rata bursa-bursa lainnya," terang Hasan.

Ia merincikan PER IHSG sekarang di level 16 kali. Hasan berharap kondisi ini dapat dimanfaatkan oleh para investor untuk secara selektif masuk ke saham-saham terbaik yang secara prospektif dapat terus mengalami perbaikan kinerja ke depannya.

Lebih lanjut, ia memastikan pihaknya dengan seluruh SRO akan terus memantau perkembangan pasar.

"Kami di OJK bersama seluruh SRO akan terus monitor dan mencermati perkembangan di pasar untuk tetap memastikan pasar modal kita tetap stabil dan stabilitas pasar keseluruhan tetap terjaga," ucapnya.


(Zefanya Aprilia/fsd) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: BEI Sebut Reformasi Pasar Modal Butuh Waktu Dibuktikan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Imam Darto Ungkap Awal Mula Judul ‘Gudang Merica’, Berawal dari Candaan
• 42 menit lalutabloidbintang.com
thumb
Laporan Keuangan Universitas Pendidikan Indonesia Tahun 2025 Audited
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
Iran Ajukan 5 Syarat Perundingan Ulang dengan AS
• 4 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Akui Ada Kesalahan, MPR Segera Mengevaluasi setelah Viralnya Video Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Hari Ini, Nadiem Makarim Jalani Sidang Tuntutan Kasus Chromebook
• 10 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.