FAJAR, MAKASSAR — Universitas Fajar (UNIFA) kembali menggelar prosesi Wisuda XXIV Tahun Akademik 2026/2027 untuk Program Magister dan Sarjana yang digelar di Hotel Claro Makassar, Rabu, 13 Mei.
Sebanyak 285 Wisudawan resmi dikukuhkan, terdiri atas 166 lulusan Sarjana, serta 119 Lulusan Magister.
Acara wisuda turut dihadiri oleh jajaran Pimpinan Yayasan Pendidikan Fajar Ujung Pandang, Pimpinan Universitas, Senat Akademik, Dosen, Orang Tua Wisudawan serta Tamu Undangan dari LLDIKTI Wilayah IX serta Mitra Universitas Fajar
Rektor Universitas Fajar, Dr. Muliyadi Hamid, S.E., M.Si, menyampaikan, Universitas Fajar dengan bangga mempersembahkan lulusan terbaik yang telah melalui proses panjang penempaan akademik.
“Saya percaya bahwa pendidikan adalah kunci perubahan. Wisuda kali ini tidak hanya menjadi seremoni kelulusan, tetapi juga penanda lahirnya generasi baru,” ucapnya.
Unifa juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan serta mencetak sumber daya manusia unggul.
Ini yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Melalui momentum Wisuda XXIV ini, universitas berharap para alumni dapat menjadi agen perubahan dan membawa dampak positif di berbagai bidang.
Selain itu, Tracer Study Unifa menunjukkan bahwa jumlah lulusan Unifa yang mendapatkan pekerjaan paling lama 6 bulan adalah sebesar 81,24% sisanya melebihi enam bulan. Dengan rata-rata masa tunggu lulusan mendapatkan pekerjaan adalah 5.06 bulan.
Dalam bidang penelitian dan pengabdian pada periode ini Dosen Unifa berhasil memenangkan hibah penelitian dan pengabdian masyarakat, seperti Penelitian Terapan Lanjutan, Penelitian Fundamental Reguler, dan Penelitian Tesis Magister.
Hal ini menjadi komitmen Unifa bahwa universitas tidak hanya berfokus pada pendidikan dan pengajaran, tetapi juga pada penguatan penelitian serta pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Unifa terus mendorong dosen dan mahasiswa untuk menghasilkan penelitian yang inovatif, aplikatif, dan mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Melalui kolaborasi dengan pemerintah, dunia industri, dan berbagai lembaga, hasil penelitian diharapkan tidak hanya menjadi karya akademik, tetapi juga memberi dampak nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional.
Ketua Yayasan Pendidikan Fajar Ujung Pandang, Dr. M. Ridwan Arif, S.E., M.AF.,Ak menyampaikan, yayasan berkomitmen mendorong semua lembaga berdasarkan standar mutu nasional.
Mutu terlihat dari relevansi kurikulum yang harus sesuai dengan penyusunan kurikulum dengan industri sekarang.
“Kita juga perlu memperbanyak skill dan adaptif di era global,” ucapnya.
Ketua lembaga LLDIKTI Wilayah IX Dr. Andi Lukman, M.Si, berharap para alumni terus bertumbuh jangan berhenti dan berdampak bagi masyarakat, serta menjaga almamater Universitas Fajar. (wis)





