jpnn.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan pemerintah menemukan 76 perlintasan sebidang di wilayah Jawa dan sebagian Sumatra yang membutuhkan penanganan segera.
Hal tersebut disampaikannya seusai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, pada Selasa (12/5).
BACA JUGA: Restrukturisasi Utang Whoosh Kini Dilempar ke Purbaya, AHY Umumkan Skema Baru Bulan Depan
“Setelah kita identifikasi, maka ada kurang lebih 76 perlintasan sebidang yang ada di wilayah Jawa dan juga sebagian Sumatra, yang itu memang butuh segera dilakukan pembangunan, apakah itu palang pintu kereta maupun flyover atau underpass,” ungkap AHY.
Anak SBY itu menjelaskan pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik berupa flyover maupun underpass, tetapi juga penutupan titik-titik rawan kecelakaan.
BACA JUGA: AHY Soroti Minimnya Anggaran Pembangunan Rel Kereta Api, Kok Bisa?
Selain itu, modernisasi sistem persinyalan kereta api juga menjadi perhatian pemerintah dalam evaluasi besar sektor transportasi publik nasional.
“Selebihnya kita lakukan penutupan titik-titik rawan dan kita juga ingin terus perbaiki sistem persinyalan dan modernisasi sistem kereta lainnya,” jelas AHY.
BACA JUGA: 3 Berita Artis Terheboh: AHY Jadi Saksi Pernikahan Teuku Rassya, Tamara Cuma Jadi Tamu Undangan
Menurut AHY, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah dalam pengembangan transportasi publik nasional.
Dia menegaskan pembangunan jaringan kereta api tidak hanya ditujukan untuk mobilitas masyarakat, tetapi juga memperkuat distribusi logistik dan konektivitas ekonomi antarwilayah.
“Semangatnya adalah untuk transportasi publik, keselamatan kita utamakan, dan pada akhirnya konektivitas antarwilayah juga bisa menghadirkan pertumbuhan dan peluang ekonomi lainnya,” tuturnya.
Selain itu, Ketua Umum Partai Demokrat itu juga menyinggung rencana pengembangan jalur double-double track yang kini masih dalam tahap evaluasi menyeluruh bersama Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Api Indonesia.
“Yang jelas memang kita juga sedang memikirkan pengembangan double-double track tersebut. Tetapi tentu butuh waktu untuk bisa merampungkan rencana besar pengembangan kereta,” tutup AHY. (mcr4/jpnn)
Redaktur : Dedi Yondra
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi




