Mendag Budi Ungkap Biang Kerok Naiknya Harga Rata-rata Minyak Goreng ke Rp 19.000 Per Liter

viva.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Menteri Perdagangan, Budi Santoso, buka-bukaan soal penyebab terjadinya tren kenaikan rata-rata harga minyak goreng yang sempat menembus angka Rp 19.000 per liter.

Dia menjelaskan bahwa hal itu antara lain disebabkan karena pengaruh kenaikan harga crude palm oil (CPO) dan biaya distribusi.

Baca Juga :
Harga Emas Hari Ini 13 Mei 2026: Produk Antam Merosot, Global Bervariasi
Harga Emas Hari Ini 12 Mei 2026: Produk Antam Meroket, Global Kinclong

“Kalau kita lihat (rata-rata) memang (naik) seperti itu karena minyak premium, kemudian di luar Minyakita (juga dihitung). Pasti juga menyesuaikan dengan harga CPO yang naik saat ini. Kemudian harga biaya distribusi dan sebagainya,” kata Budi di Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.

Ilustrasi minyak goreng
Photo :
  • Istimewa

Sebelumnya, dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah tahun 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan akumulasi rata-rata harga minyak goreng seluruh kualitas yakni curah, premium, dan Minyakita, yang mencapai Rp 19.648 per liter pada minggu ke-4 April 2026.

Data tersebut menunjukkan harga minyak goreng secara umum naik 1,50 persen dibanding Maret 2026. BPS juga mencatat, sebanyak 62,22 persen wilayah di Indonesia mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) minyak goreng hingga minggu keempat April 2026.

Tercatat, kenaikan harga minyak goreng tertinggi terjadi di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, yang mencapai Rp 60 ribu per liter. Sementara harga terendah berada di Kabupaten Puncak Jaya, yakni sebesar Rp 42.500 per liter.

Budi mengatakan, tren kenaikan rata-rata harga minyak goreng tersebut karena mengikuti perkembangan harga bahan baku dan biaya distribusi. Dia mengatakan, harga minyak goreng dapat kembali menurun, apabila kondisi bahan baku dan distribusi kembali normal.

“Mudah-mudahan kalau semuanya sudah normal kembali, harga (rata-rata minyak goreng) juga akan menurun. Karena memang harga CPO lagi naik,” ujar Budi.

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan per 12 Mei 2026, harga rata-rata nasional minyak goreng sawit kemasan premium tercatat sebesar Rp 22.084 per liter, sedangkan minyak goreng sawit curah Rp 19.560 per liter.

Sementara harga rata-rata nasional Minyakita tercatat Rp 15.865 per liter, atau turun 0,31 persen dibanding hari sebelumnya. Budi mengatakan, pemerintah akan terus memantau perkembangan harga minyak goreng, termasuk distribusi Minyakita sebagai instrumen stabilisasi harga.

Baca Juga :
Pemda Diminta Atasi Kenaikan Harga Komoditas Cabai Merah
Harga Emas Hari Ini 11 Mei 2026: Produk Antam Melorot, Gobal Merosot
GTA 6 Disebut Bisa Picu Kenaikan Harga Game Konsol

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rebalancing MSCI Buka Peluang Akumulasi Saham Blue Chip dan Small Cap
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Mahasiswa Cyber University Raih Sertifikasi Penaksir Emas Pegadaian untuk Perkuat Kompetensi
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Unit Lantas Polsek Ujung Tanah Rutin Urai Kemacetan, Polisi Hadir Jaga Keselamatan Warga Makassar
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Vendor Parkir Blok M Akan Dilelang Ulang, Kejati Diminta Kawal Agar Tak Ada “Titipan”
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Jepang Hentikan Langkah Indonesia di Piala Asia U-17 2026
• 16 jam lalucelebesmedia.id
Berhasil disimpan.