Vape di Kalangan Pelajar: Tren Baru dengan Risiko Nyata

kompas.tv
11 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi vape (Sumber: Dok. BNNP Sulut)

KOMPAS.TV - Perilaku merokok di kalangan remaja Indonesia mengalami perubahan yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya rokok konvensional menjadi pilihan utama, kini rokok elektrik atau vape semakin diminati, terutama di kalangan pelajar.

Sekilas, tren ini kerap dianggap sebagai bentuk kemajuan. Vape sering dipromosikan sebagai alternatif yang lebih aman, lebih modern, dan lebih “bersih” dibandingkan rokok konvensional. Desainnya yang futuristik, pilihan rasa yang beragam, serta minimnya bau menyengat membuat vape dinilai lebih dapat diterima secara sosial.

Namun, di balik citra tersebut, muncul pertanyaan penting mengenai dampaknya terhadap kesehatan. Apakah pergeseran ini benar-benar mencerminkan meningkatnya kesadaran akan hidup sehat, atau justru menjadi bentuk baru dari masalah kesehatan yang lebih kompleks?

Data menunjukkan penggunaan vape di Indonesia mengalami peningkatan signifikan dalam satu dekade terakhir, dengan kecenderungan yang semakin kuat di kalangan remaja. Fenomena ini tidak hanya mencerminkan perubahan gaya hidup, tetapi juga menunjukkan bagaimana persepsi terhadap suatu produk dapat mempengaruhi perilaku kesehatan.

Ilusi “Lebih Aman” yang Menyesatkan

Meningkatnya penggunaan vape di kalangan remaja salah satunya dipicu oleh anggapan bahwa rokok elektrik lebih aman dibandingkan rokok konvensional. Namun, persepsi tersebut tidak sepenuhnya didukung oleh bukti ilmiah yang kuat.

Vape memang kerap dipasarkan sebagai alternatif yang lebih sehat, tetapi cairan yang digunakan tetap mengandung nikotin, yakni zat adiktif yang dapat menyebabkan ketergantungan. risiko ini menjadi lebih serius pada remaja karena otak masih berada dalam tahap perkembangan.

Paparan nikotin pada usia muda dapat mempengaruhi fungsi kognitif, mengganggu kontrol emosi, hingga menurunkan kemampuan dalam mengambil keputusan. Kondisi ini berpotensi memberikan dampak jangka panjang terhadap kesehatan mental maupun perilaku remaja.

Selain itu, penggunaan vape juga tidak sepenuhnya bebas dari ancaman kesehatan fisik. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa zat kimia dalam cairan vape berpotensi menimbulkan gangguan pada sistem pernapasan serta mempengaruhi kesehatan tubuh secara umum.

Karena itu, penggunaan vape bukan berarti menghilangkan risiko, melainkan hanya menggeser bentuk risikonya. Rokok elektrik mungkin terlihat lebih aman secara tampilan dan penggunaan, tetapi bukan berarti benar-benar aman bagi kesehatan, terutama bagi generasi muda.

Ilustrasi vape dan rokok konvensional. (Sumber: Dok. BNNP Sulut)

Dari Tren ke risiko Tersembunyi

Permasalahan menjadi lebih serius ketika vape tidak lagi sekadar digunakan sebagai produk nikotin. Dalam beberapa kasus, vape telah dimanfaatkan sebagai media untuk mengonsumsi zat berbahaya. Cairan vape dapat dimodifikasi dengan berbagai zat, termasuk zat adiktif lain yang lebih berisiko.

Penulis : Iqbal-Tawakal

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • vape
  • risiko vape
  • tren vape
  • advertorial
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
MSCI Tendang 6 Big Caps RI, BREN hingga DSSA Keluar
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Uni Emirat Arab Pernah Diam-Diam Melancarkan Serangan Udara, Lumpuhkan Kilang Minyak Iran
• 11 jam laluerabaru.net
thumb
Menag Kukuhkan Tim Hisab Rukyat 2026 untuk Perkuat Penetapan Awal Bulan Hijriah
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Jadwal Final Coppa Italia 2025-2026 Live di ANTV: Ditantang Lazio, Inter Milan Bawa Misi Raih Dwigelar
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Dishub DKI Larang Pemilik Usaha di Blok M Sediakan Jukir Khusus untuk Pelanggan
• 2 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.