JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI Muhammad Qodari mengungkapkan, hingga 12 Mei 2026 sebanyak 19.312 unit huntara telah dibangun dari total target 20.338 unit.
“Hunian sementara atau huntara berdasarkan data Satgas PRR (Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi) per 12 Mei 2026, dari total target 20.338 unit sebanyak 19.312 telah selesai dibangun,” kata Qodari, di kantornya, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).
Sementara itu, pembangunan hunian tetap (huntap) masih berjalan di tiga provinsi terdampak.
Total rencana pembangunan huntap mencapai 39.335 unit yang didukung sejumlah pihak, antara lain BNPB, Kementerian PKP, Kadin, Polri, Baznas, Yayasan Buddha Tzu Chi, Kemenko Polkam, dan Dana Tara.
Baca juga: Satgas PRR: Pembangunan Huntara di Sumatera Sudah Capai 93 Persen
“Per 12 Mei 2026 sebanyak 357 unit telah selesai dibangun dan 996 unit sedang dalam progres. Sebanyak 37.983 masih dalam tahap perencanaan dan akan terus berproses,” ujar dia.
Selain pembangunan tempat tinggal, pemerintah juga menyalurkan bantuan keuangan kepada warga terdampak.
Salah satunya melalui dana tunggu hunian (DTH).
Setiap kepala keluarga menerima Rp 600.000 per bulan yang disalurkan sekaligus untuk tiga bulan, sehingga total bantuan mencapai Rp 1,8 juta per KK.
Baca juga: Kayu Gelondongan di Banjir Sumatera Dimanfaatkan Jadi Material Huntara
“Penyaluran DTH atau dana tunggu hunian telah mencapai 100 persen kepada 20.767 KK. Terdiri dari 13.547 KK di Aceh, 4.288 KK di Sumatera Utara, dan 2.932 KK di Sumatera Barat,” ucap dia.
Pemerintah juga menyalurkan bantuan perbaikan rumah rusak kepada 31.007 unit rumah.
Sebanyak 18.335 rumah rusak ringan menerima bantuan Rp 15 juta per unit, sedangkan 12.672 rumah rusak sedang mendapat Rp 30 juta per unit.
Total bantuan yang telah disalurkan mencapai Rp 655 miliar.
Baca juga: Salurkan Bantuan di Huntara Desa Ulee Rubek Timur, Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045
Selain itu, pemerintah mencatat realisasi bantuan untuk isi hunian sebesar Rp 192 miliar, bantuan jaminan hidup Rp 347 miliar, dan stimulan ekonomi Rp 320 miliar.
Total penyaluran ketiga bantuan tersebut mencapai lebih dari Rp 860 miliar.
“Total realisasi ketiga dukungan tersebut mencapai Rp 860 miliar lebih,” kata Qodari.
Pemerintah juga menyebut pemulihan infrastruktur dan layanan dasar di wilayah terdampak masih terus dilakukan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




