JAKARTA, KOMPAS.com - Satu keluarga tewas kebakaran rumah di Jalan Agung Perkasa 4, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, dalam kondisi sedang tidur di kamar, Rabu (13/5/2026) dini hari.
Warga Jeni (bukan nama sebenarnya) mengatakan korban yang berada di dalam rumah kemungkinan tidak menyadari adanya kebakaran.
"Iya lagi tidur, mungkin karena asap jadi sesak napas kali, orang fisiknya utuh," ucap Jeni saat ditemui Kompas.com di lokasi kejadian, Rabu.
Baca juga: 4 Orang Tewas dalam Kebakaran Rumah di Sunter Agung Jakut
Kebakaran rumah tersebut diketahui warga berawal tetangga melihat kepulan asap. Kemudian warga pun meminta bantuan untuk memadamkan api.
"Enggak ada (suara ledakan). Cuma tetangga tuh seberang kan, dia bangun pagi itu sudah pekat asap. Makanya dia panggil-panggillah," katanya.
Selain itu, jendela rumah yang dipenuhi teralis diduga membuat para korban susah menyelamatkan diri.
"Iya (banyak teralis) makanya agak susah jadinya nyelamatinnya," tuturnya.
Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz mengatakan, setelah api berhasil dipadamkan, petugas menemukan empat korban meninggal dunia di dalam rumah.
“Empat korban ini adalah semua satu keluarga,” ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu.
Erick mengatakan, korban ditemukan di dua lantai berbeda.
Baca juga: 4 Korban Tewas Kebakaran Rumah di Sunter Jakut Ditemukan di Dalam Kamar
Berdasarkan keterangan petugas pemadam kebakaran, dua korban ditemukan di lantai satu dan dua lainnya di lantai dua.
Selain korban meninggal, dua orang selamat yang merupakan asisten rumah tangga (ART) berhasil keluar dari rumah.
"Kemudian ada dua orang yang selamat yaitu dari pembantu atau ART (Asisten Rumah Tangga) yang ada di rumah ini," tambahnya.
Ia menambahkan, terdapat satu anggota keluarga yang selamat dari kejadian kebakaran.
"Kemudian ada satu lagi keluarga yang selamat. Pada waktu itu si anak ini sedang keluar rumah, kemudian pas dia kembali menemukan bahwa ada kepulan asap," ucap dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang