Rusia Sukses Uji Coba ICBM Sarmat, Diklaim sebagai Rudal ‘Terkuat di Dunia’

okezone.com
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA – Rusia telah melakukan uji tembak rudal balistik antarbenua (Intercontinental Ballistic Missile/ICBM) baru, yang digambarkan oleh Presiden Vladimir Putin sebagai rudal “terkuat” di dunia. Rudal Sarmat berkemampuan nuklir yang diuji coba ini diklaim mampu menembus semua sistem pertahanan antirudal yang ada saat ini maupun di masa depan.

Dalam rekaman yang disiarkan televisi pemerintah, Komandan Pasukan Rudal Strategis Rusia, Sergei Karakayev, melaporkan kepada Presiden Putin mengenai keberhasilan peluncuran yang dilakukan pada Selasa (12/5/2026). Putin menyatakan bahwa rudal Sarmat akan mulai beroperasi dalam tugas tempur pada akhir tahun ini.

“Ini adalah rudal paling ampuh di dunia,” kata Putin dalam pernyataan yang disiarkan televisi, sebagaimana dilansir Al Jazeera. Ia menambahkan bahwa daya ledak hulu ledak Sarmat lebih dari empat kali lipat dibandingkan rudal milik Barat lainnya.

Baca Juga :
Putin Peringatkan Rudal Sarmat Rusia yang Mematikan Siap Bertugas pada Akhir Tahun, Kuat Bawa 10 Hulu Ledak Nuklir

Putin menjelaskan bahwa Sarmat mampu melakukan penerbangan suborbital yang memberikan jangkauan lebih dari 35.000 km (21.750 mil). Hal ini diklaim memungkinkannya menembus berbagai sistem pertahanan global.

Bertahun-tahun Pengembangan

Pengembangan Sarmat dimulai sejak 2011. Sebelum uji coba pada Selasa lalu, rudal ini dilaporkan hanya memiliki satu catatan uji coba yang berhasil dan sempat mengalami insiden ledakan besar selama uji coba yang gagal pada 2024.

Diberi nama “Satan II” oleh pihak Barat, Sarmat diproyeksikan untuk menggantikan sekitar 40 rudal Voyevoda buatan era Uni Soviet. Putin menegaskan bahwa Sarmat memiliki kekuatan yang setara dengan Voyevoda, namun dengan tingkat presisi yang jauh lebih tinggi.

Baca Juga :
Baru Luncurkan “Rudal Kiamat”, Rusia Kini Uji Coba Torpedo Nuklir Super Poseidon

Uji coba tersebut dilakukan di tengah kekhawatiran atas runtuhnya arsitektur pengendalian senjata nuklir antara Amerika Serikat dan Rusia. Perjanjian New START, pakta terakhir yang membatasi hulu ledak strategis dan sistem pengiriman, telah berakhir pada Februari lalu. Kondisi ini meninggalkan dua kekuatan nuklir terbesar dunia tanpa batasan formal untuk pertama kalinya dalam lebih dari setengah abad.

Meskipun Moskow dan Washington sepakat untuk melanjutkan dialog militer tingkat tinggi, hingga kini belum ada tanda-tanda kemajuan menuju perjanjian pengganti.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Roby Kurniawan, Bupati Bintan yang Ramai Disebut Punya Hubungan dengan Ayu Aulia
• 9 jam lalucumicumi.com
thumb
Sentimen MSCI Bayangi Pasar, IHSG Hari Ini Berpotensi Mixed
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Wamendagri Bima Arya Mencak-mencak karena 9 Gubernur Anggota FKD MPU Mangkir Raker
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kepala Bakom: Penerima Manfaat MBG Capai 61,9 Juta, Target 82,9 Juta
• 9 jam laludetik.com
thumb
Sinopsis ISTIQOMAH CINTA SCTV Episode 94, Hari Ini Rabu 13 Mei 2026: Muncul Sosok Mirip Monika, Hubungan Fathan dan Khansa Terancam
• 5 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.