CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Dalam pakem sepak bola modern, tugas seorang pemain belakang biasanya cukup sederhana: jaga area, hentikan lawan, dan amankan gawang.
Namun, sejarah mencatat adanya anomali menarik di mana beberapa bek justru tampil dengan insting gol yang tidak kalah tajam dengan penyerang kelas dunia.
Mereka bukan sekadar benteng pertahanan, melainkan senjata rahasia yang mematikan lewat eksekusi bola mati, sundulan maut, hingga ketenangan di titik putih.
Salah satu sosok yang kerap menjadi perbincangan adalah Daniel Passarella. Bagi generasi muda, namanya mungkin terdengar asing, namun di Argentina, ia adalah monumen hidup.
Passarella adalah kapten karismatik yang memimpin Tim Tango mengangkat trofi Piala Dunia pertama mereka pada 1978 setelah menumbangkan Belanda.
Meski namanya kemudian mulai tertutup bayang-bayang Diego Maradona pada 1986, statusnya sebagai bagian dari dua generasi juara dunia tetap tak tergoyahkan.
Menariknya, Passarella hanyalah satu dari sekian banyak pemain bertahan yang gemar mencatatkan nama di papan skor.
Mengutip data dari Planet Football, berikut adalah deretan bek paling subur yang pernah menghiasi lapangan hijau:
1. Ronald Koeman – 253 Gol
Di kasta tertinggi bek pencetak gol, nama Ronald Koeman berdiri sendirian tanpa pesaing. Selama 763 pertandingan profesional, ia berhasil mengemas 253 gol—sebuah angka yang bahkan sanggup membuat banyak striker merasa iri.
Kekuatan utamanya terletak pada tendangan bebas yang menghujam deras dan akurasi penalti yang luar biasa.
Publik Barcelona tentu tak akan lupa bagaimana tendangan bebasnya pada final 1992 membawa klub Catalan itu meraih trofi Liga Champions pertama mereka.
2. Daniel Passarella – 175 Gol
Dengan koleksi 175 gol, Passarella membuktikan bahwa postur tubuh yang tidak terlalu tinggi bukan halangan untuk menguasai udara.
Bek legendaris River Plate dan Inter Milan ini dikenal sebagai "pembunuh" di kotak penalti lawan melalui duel udara dan eksekusi penalti yang dingin. Di Argentina, ia adalah bek terbaik sepanjang masa.
3. Fernando Hierro – 163 Gol
Sulit membayangkan kejayaan Real Madrid tanpa menyebut Fernando Hierro. Ia bukan hanya kapten yang disegani, tetapi juga mesin gol dengan torehan 163 gol sepanjang kariernya.
Musim 1991/1992 menjadi bukti kegilaannya, di mana ia mampu mencetak 26 gol dalam semusim—sebuah pencapaian yang bahkan sulit diraih oleh gelandang serang sekalipun.
4. James Tavernier – 153 Gol
James Tavernier mungkin tidak bermain untuk raksasa seperti Real Madrid atau Barcelona, namun statistiknya adalah sebuah fenomena.
Kapten Glasgow Rangers ini mencatatkan 153 gol, mayoritas lewat spesialisasi bola mati yang mematikan.
Ia kini memegang rekor sebagai bek tersubur dalam sejarah sepak bola Inggris Raya, membuktikan bahwa bek sayap modern bisa menjadi tumpuan utama serangan.
5. Laurent Blanc – 153 Gol
Sebelum membawa Prancis juara dunia 1998, Laurent Blanc telah membangun reputasi sebagai bek dengan visi menyerang yang elegan.
Memulai karier sebagai gelandang serang, Blanc membawa insting tersebut ke lini belakang. Total 153 gol berhasil ia kumpulkan, termasuk gol emas bersejarah ke gawang Paraguay yang melapangkan jalan Les Bleus menuju takhta juara dunia di rumah sendiri.
Daftar ini menjadi pengingat bahwa dalam sepak bola, ancaman terbesar tidak selalu datang dari lini depan. Terkadang, ancaman itu justru muncul dari lini belakang—dari mereka yang seharusnya menjaga gawang, namun justru sibuk membobol gawang lawan.




