Permintaan Emas Batangan dan Koin di Indonesia Cetak Rekor, Investor Beralih ke Safe Haven

medcom.id
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Minat masyarakat terhadap emas terus meningkat di tengah ketidakpastian ekonomi global dan lonjakan harga logam mulia. 
 
Laporan Gold Demand Trends Q1 2026 dari World Gold Council mencatat permintaan emas global, termasuk transaksi over-the-counter (OTC), mencapai 1.231 ton pada kuartal pertama 2026 atau naik 2% secara tahunan.
  Baca juga:   Emas Antam Melemah Hari Ini, Simak Update Harga Terbaru Semua Pecahan
Meski kenaikan volumenya relatif moderat, nilai permintaan emas melonjak tajam hingga menyentuh rekor baru sebesar USD193 miliar, meningkat 74% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Investor global berburu emas fisik Kenaikan harga emas dan meningkatnya tensi geopolitik membuat investor ritel di berbagai negara semakin agresif membeli emas batangan dan koin. Secara global, permintaan pada segmen ini naik 42% menjadi 474 ton.
 
Permintaan terbesar datang dari Tiongkok yang mencatat lonjakan hingga 67% secara tahunan menjadi 207 ton, sekaligus menjadi rekor kuartalan tertinggi sepanjang sejarah negara tersebut. Tren serupa juga terjadi di India, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, hingga Eropa.

Perubahan pola investasi ini memperlihatkan pergeseran struktural di pasar emas global, di mana investor semakin menjadikan emas fisik sebagai instrumen perlindungan nilai di tengah volatilitas ekonomi dan pasar keuangan. Permintaan emas di Indonesia melonjak Indonesia juga mencatat tren serupa. Permintaan emas batangan dan koin tumbuh 47% dibandingkan tahun lalu.
 
Kenaikan tersebut mencerminkan meningkatnya minat investor domestik terhadap emas sebagai aset safe haven, terutama ketika tekanan inflasi, pelemahan pasar saham, dan ketidakpastian global meningkat.
 
Secara historis, emas memang dikenal sebagai salah satu instrumen lindung nilai paling kuat bagi masyarakat Indonesia. Saat Krisis Finansial Asia 1997–1998 misalnya, emas membantu menjaga daya beli masyarakat ketika nilai tukar rupiah anjlok tajam.
 
Pada 2025, performa emas bahkan disebut mengungguli sebagian besar instrumen investasi lain, termasuk saham domestik, saham global, hingga obligasi berbasis rupiah.
 
Sepanjang kuartal pertama 2026, harga emas dalam denominasi rupiah tercatat naik sekitar 14%, sementara pasar saham domestik justru terkoreksi hingga 13%.
 
Analisis World Gold Council juga menyebut alokasi emas sekitar 2,5% dalam portofolio investasi dinilai cukup efektif untuk meningkatkan diversifikasi sekaligus mengurangi risiko konsentrasi aset. ETF emas fisik mulai berkembang Selain permintaan emas fisik, tren investasi melalui ETF emas berbasis fisik juga terus tumbuh secara global. Pada kuartal pertama 2026, kepemilikan ETF emas global meningkat 62 ton, dengan kontribusi terbesar berasal dari pasar Asia.
 
Di Indonesia, perkembangan instrumen ini mulai mendapat momentum melalui pertumbuhan ekosistem emas digital, regulasi ETF emas fisik dari OJK, hingga roadmap pengembangan bullion nasional 2026–2031.
 
Head of Asia-Pacific (ex-China) dan Global Head of Central Banks World Gold Council, Shaokai Fan, mengatakan situasi geopolitik global terus memperkuat posisi emas sebagai aset pelindung nilai.
 
“Di Indonesia, kepercayaan terhadap emas tidak hanya terlihat dari permintaan fisik, tetapi juga dari berkembangnya infrastruktur pasar seperti platform digital dan bullion banking,” ujarnya dalam media briefing di Jakarta.
 
Ia juga menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan instrumen emas berbasis syariah, mengingat karakteristik emas yang dianggap selaras dengan prinsip keuangan Islam. Harga tinggi tekan permintaan perhiasan
Di sisi lain, lonjakan harga emas menyebabkan permintaan perhiasan mengalami penurunan tajam. Secara global, volume permintaan perhiasan turun 23% menjadi 300 ton.
 
Penurunan terjadi di berbagai pasar utama, termasuk Tiongkok, India, Timur Tengah, dan Indonesia yang mencatat penurunan sekitar 20%.
 
Meski begitu, secara nilai pengeluaran konsumen untuk perhiasan justru meningkat karena harga emas berada di level tinggi. Kondisi ini menunjukkan konsumen masih melihat emas sebagai instrumen investasi, meskipun dalam bentuk perhiasan. Bank sentral terus borong emas Permintaan emas juga terus ditopang pembelian bank sentral dunia. Sepanjang kuartal pertama 2026, bank sentral global menambah 244 ton emas ke cadangan devisa mereka.
 
Bank Indonesia tercatat menambah sekitar 2 ton emas, sejalan dengan tren akumulasi cadangan emas di kawasan Asia.
 
Pembelian ini dinilai menegaskan posisi emas sebagai aset cadangan strategis di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar global. Produksi tambang Indonesia meningkat Dari sisi pasokan, produksi emas global naik 2% menjadi 1.231 ton. Indonesia menjadi salah satu kontributor utama setelah produksi tambang meningkat 19%.
 
Peningkatan tersebut didorong pemulihan produksi di tambang Tambang Batu Hijau pasca ekspansi fasilitas pengolahan.
 
Senior Markets Analyst World Gold Council, Louise Street, menilai ketidakpastian geopolitik masih akan menjadi faktor utama yang menopang permintaan emas sepanjang tahun ini.
 
Volatilitas emas meningkat pada 2026, dengan harga sempat menembus di atas USD5.400/troy ons pada Januari. Momentum harga dan risiko geopolitik terus mendorong permintaan investasi khususnya di Asia, sementara pembelian oleh bank sentral mengimbangi penjualan. 
 
“Ke depan, ketidakpastian geopolitik diperkirakan akan tetap menjadi pilar pendukung permintaan emas. Permintaan perhiasan diperkirakan tetap tangguh meskipun harga tinggi, sementara pasokan dari tambang diperkirakan akan tumbuh secara moderat, meskipun mungkin menghadapi kendala pasokan energi,” tegas dia
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cahyono Tri Birowo Tegaskan Data Valid Penentu Keberhasilan Bansos Digital
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Menteri PU: Pembangunan Sekolah Rakyat Cilacap berjalan optimal
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Bantah Bahas Subsidi, Purbaya Sebut Pembahasan dengan Bahlil Fokus Soal PNBP Migas
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Cegah Bansos Salah Sasaran, Pemerintah Perkuat Digitalisasi Data
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Tuntutan 18 Tahun Penjara untuk Nadiem
• 1 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.