KPK: Ada Upaya Menghambat Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Bea Cukai

suarasurabaya.net
8 jam lalu
Cover Berita

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjumpai upaya pihak-pihak eksternal yang hendak menghambat penyidikan kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

Budi Prasetyo Juru Bicara KPK mengungkapkan pihaknya mendapat informasi tersebut usai sejumlah catatan dan barang bukti elektronik disita dari penggeledahan rumah Heri Setiyono alias Heri Black pengusaha di Semarang, Jawa Tengah, pada 11 Mei 2026. Heri Black diduga terafiliasi dengan PT Blueray Cargo.

“Dari barang bukti yang diamankan dan disita tersebut, penyidik mendapatkan informasi adanya upaya untuk menghambat proses penyidikan perkara ini,” ucap Budi, Rabu (13/5/2026).

Dilansir dari Antara, upaya penghambatan dalam penyidikan kasus dugaan korupsi itu berupa tindakan pengondisian terhadap penyidikan.

“Hal ini bisa dipandang atau masuk kategori upaya merintangi penyidikan baik langsung maupun tidak langsung,” ujarnya.

Berdasarkan hal tersebut, penyidik KPK akan mempertimbangkan apakah tindakan itu masuk dalam unsur perintangan penyidikan atau tidak.

Untuk diketahui, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan CUkai Kementerian Keuangan pada 4 Februari 2026.

Keesokan harinya, KPK menetapkan enam dari 17 orang yang diamankan sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi tentang impor barang tiruan di lingkungan Bea Cukai.

Enam tersangka tersebut antara lain Rizal (RZL) selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai periode 2024-Januari 2026, Sisprian Subiaksono (SIS) Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai, serta Orlando Hamonangan (ORL) Kepala Seksi Intelijen Bea Cukai.

Ada pula John Field (JF) pemilik Blueray Cargo, Andri (AND) Ketua Tim Dokumentasi Importasi Blueray Cargo, serta Dedy Kurniawan (DK) Manajer Operasional Blueray Cargo.

Pada 26 Februari 2026, KPK menetapkan satu tersangka baru yakni Budiman Bayu Prasojo (BBP) Kepala Seksi Intelijen Cukai Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai.

KPK mulai mendalami dugaan korupsi pada 27 Februari 2026 setelah menyita uang tunai sebanyak Rp5,19 miliar di dalam lima koper dari sebuah rumah di Ciputat yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut.

Heri Black sempat dipanggil sebagai saksi pada 8 Mei 2026 tetapi dirinya tidak memenuhi panggilan KPK. (ant/vvesaf/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Larangan Sudah Ada, Fotokopi e-KTP Masih Diminta untuk Layanan Publik
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Pajero Sport Dakar 2017 Dilelang Mulai Rp100 Jutaan, Begini Wujudnya
• 23 jam lalumedcom.id
thumb
Pengumuman MSCI Mei 2026: Ada 6 Saham RI yang Didepak dari Indeks Global
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Rekomendasi Tas Modern untuk ke Kantor hingga Hangout
• 14 jam lalubeautynesia.id
thumb
Kementerian PU Kebut Pembangunan Jalan Layang di Perlintasan Sebidang Kereta
• 5 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.