WHO Sebut tak Ada Tanda Hantavirus akan Jadi Skala Besar

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan belum ada indikasi wabah hantavirus dari kapal pesiar MV Hondius akan berkembang menjadi berskala besar. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyampaikan situasi saat ini masih terkendali, meski kemungkinan munculnya kasus baru tetap ada.

"Saat ini tidak ada tanda bahwa kita sedang menyaksikan awal dari wabah yang lebih besar. Namun situasi bisa berubah dan mengingat masa inkubasi virus yang panjang, mungkin saja akan muncul lebih banyak kasus dalam beberapa minggu mendatang," kata Tedros dikutip dari BBC, Rabu (13/5/2026).

Baca Juga
  • Ini Perbedaan Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius dengan di Indonesia
  • Pakar Paparkan Tipe-Tipe Tikus Penyebab Hantavirus
  • Layar Ponsel Ternyata Bisa Lebih Kotor daripada Dudukan Toilet
Kapal pesiar Belanda MV Hondius berlabuh di pelabuhan Granadilla de Abona, Spanyol, Ahad (10/5/2026). Menurut WHO, delapan kasus hantavirus, termasuk tiga kematian, telah dilaporkan di kapal pesiar tersebut. - (EPA/Alberto Valdes)

 

Hal ini disampaikan setelah seluruh penumpang dievakuasi dari kapal pesiar MV Hondius yang terdampak wabah hantavirus. Kapal tersebut meninggalkan Pulau Tenerife, Spanyol, pada Senin dan kini berlayar menuju pelabuhan Rotterdam, Belanda.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Dua penerbangan yang membawa 28 penumpang terakhir telah tiba di Eindhoven pada Selasa. Sejauh ini, tiga orang meninggal dunia setelah melakukan perjalanan dengan kapal tersebut. Korban terdiri dari serang pria Belanda lanjut usia, istrinya, dan seorang perempuan asal Jerman.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Ameera Network (@ameeranetwork)

 

Secara keseluruhan, tujuh kasus hantavirus telah dikonfirmasi. Seorang warga Amerika Serikat dan seorang warga Prancis yang sebelumnya pulang ke negara masing-masing dinyatakan positif. Selain itu, seorang warga Spanyol yang sedang menjalani karantina di Madrid juga dilaporkan positif sementara terhadap hantavirus.

 

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Sebut Satgas PKH Dibenci Bandit Perampok SDA, Kenapa?
• 4 jam laludisway.id
thumb
Polairud Polda Babel Bongkar Mafia Solar Subsidi di Belitung, Libatkan Operator SPBU
• 20 jam lalurctiplus.com
thumb
Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pramono Sebut Putusan MK Jadi Penegasan Jakarta Tetap Ibu Kota Negara
• 9 jam laludetik.com
thumb
MSCI Tendang 6 Big Caps RI, BREN hingga DSSA Keluar
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.