JAKARTA, DISWAY.ID-- Presiden Prabowo Subianto menyadari bahwa keberadaan Satuan Tugas (satgas) Penertiban Kawasan Hutan (PKH) tidak disukai oleh beberapa pihak.
Menurutnya, pihak yang membenci Satgas PKH adalah para “bandit” dan “perampok” yang selama ini menikmati hasil penguasaan ilegal atas sumber daya negara.
BACA JUGA:Bergejala Demam dan Batuk Berat Dicurigai Hantavirus, Kemenkes Aktifkan 51 Pusat Karantina
"Saya paham satgas PKH bukan satgas yang sekarang disukai, banyak yang tidak suka sama kalian, ya itu, bandit bandit perampok itu gak suka sama kalian. Ya tinggal kamu, kamu takut sama mereka atau kamu bela rakyat, tergantung kamu," kata Prabowo dalam penyerahan penyerahan uang sitaan hasil perkara ke kas negara, Rabu, 13 Mei 2026.
Prabowo pun mengapresiasi capaian Satgas PKH yang dinilai telah berhasil menyelamatkan sebagian kekayaan negara dan mengembalikannya untuk kepentingan rakyat.
"Saya lihat prestasi kalian. Empat kali saya diundang atas nama rakyat saudara menyetor. Padahal ini baru sekelumit kekayaan yang berhasil kita selamatkan,” tuturnya.
BACA JUGA:Sosok Bupati Bintan Roby Kurniawan Diduga Jalin Hubungan Gelap dengan Ayu Aulia
Meski demikian, ia menilai perjuangan masih panjang karena masih terdapat ratusan hingga ribuan triliun rupiah kekayaan negara yang harus diselamatkan.
“Perjuangan masih susah. Masih ratusan triliun, masih ribuan triliun yang harus kita selamatkan,” tegasnya.
Sebagai informasi, Kejagung kembali melakukan penyerahan uang hasil denda administratif senilai Rp10,2 triliun kepada negara.
Uang dengan total nilai Rp10.270.051.886.464 tersebut dipamerkan dalam kegiatan penyerahan denda administratif dan penguasaan kembali lahan kawasan hutan oleh negara.
BACA JUGA:Marc Marquez Absen di Catalunya, Ducati Krisis Pembalap Pengganti
Acara itu juga berkaitan dengan kerja Satgas Penertiban Kawasan Hutan dalam penertiban kawasan hutan ilegal di berbagai wilayah Indonesia.
Selain penyerahan uang denda, negara juga berhasil menguasai kembali lahan kawasan hutan seluas sekitar 2.373.171,75 hektare.
Nilai fantastis uang Rp10,2 triliun terpampang jelas pada papan informasi di bagian depan panggung dan menjadi pusat perhatian tamu undangan yang hadir.
- 1
- 2
- »





