China menolak rencana Amerika Serikat (AS) menjual senjata ke Taiwan. Hal itu disampaikan Pemerintah China menjelang pertemuan Presiden Xi Jinping dan Presiden Donald Trump di Beijing.
Rencananya, pertemuan kedua pemimpin negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu akan digelar pada 14-15 Mei di Beijing. Masalah Taiwan, yang dianggap China sebagai bagian dari kedaulatannya, diagendakan untuk dibahas.
Secara hukum, AS terikat pada komitmen menyediakan sarana pertahanan bagi Taiwan, meski kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik resmi. Pada Desember lalu, pemerintahan AS menyepakati penjualan paket senjata terbesar dalam sejarah senilai USD 11 miliar atau setara Rp 181 triliun.
Terkait hal itu, juru bicara Kantor Urusan Taiwan China, Zhang Han, menegaskan bahwa Taiwan merupakan urusan internal negaranya.
“Kami dengan tegas menentang keterlibatan Amerika Serikat dalam bentuk apa pun dalam hubungan militer dengan wilayah Taiwan di China, dan dengan tegas menentang penjualan senjata Amerika Serikat ke wilayah Taiwan di China. Posisi ini konsisten dan tidak berubah,” kata dia menjelang pertemuan Xi dan Trump, seperti dikutip dari Reuters.
“Taiwan adalah inti dari kepentingan utama China dan menghormati komitmen yang dibuat oleh pemerintahan AS berturut-turut adalah kewajiban internasional yang wajib dipenuhi oleh pihak AS,” tambah Zhang.
Amerika Serikat secara resmi tidak mengambil posisi terkait kedaulatan Taiwan di bawah kebijakan “Satu China”. Namun, Washington mengakui posisi Beijing bahwa Taiwan merupakan bagian dari China.





