Politik Israel Memanas, Apakah Netanyahu akan Tersingkir dari Partai Likud atau Lebih Kuat?

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Pertanyaan yang kini berkembang di internal Partai Likud tidak lagi terbatas pada kapan pemilu berikutnya digelar, atau apakah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu masih mampu memimpin kubu kanan menuju putaran politik baru.

Pertanyaan yang jauh lebih sensitif kini mulai mengemuka: apakah Netanyahu mampu membentuk ulang Partai Likud sesuai kehendaknya sebelum pemilu berlangsung, atau justru konflik internal akan melahirkan kekuatan baru yang oleh sejumlah politisi Israel disebut sebagai “Likud B”?

Baca Juga
  • Mesir Kirim Jet Tempur ke Uni Emirat Arab, Begini Tanggapan Santai Iran
  • Media Inggris Ungkap Retaknya Hubungan Trump dan Netanyahu, Dulu Saling Dukung Kini Saling Tuduh
  • Hizbullah, Para Pemburu Mematikan, dan 3 Pesan Kuat untuk Tentara Israel

Laporan yang dipublikasikan media Israel seperti Walla!, Maariv, dan Israel Hayom, yang dilansir Aljazeera, Rabu (13/5/2026), mengungkap bahwa Netanyahu kini bergerak dalam tiga jalur sekaligus.

Tiga jalur tersebut yaitu menekan partai agar memberinya kursi aman dalam daftar calon legislatif Likud, mencoba mengendalikan atau menunda pemilihan pendahuluan internal partai, serta tetap membuka opsi membentuk daftar independen jika tuntutannya gagal dipenuhi.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Dalam laporannya di Israel Hayom, jurnalis politik Shirit Avitan Cohen menulis bahwa jadwal pemilu Israel kini bukan lagi keputusan domestik sepenuhnya. Netanyahu disebut mempertimbangkan memajukan pemilu dari 27 Oktober menjadi 1 September.

Alasannya adalah semakin memudarnya capaian keamanan Israel serta kebuntuan operasi militer di Gaza dan Lebanon akibat apa yang disebut laporan itu sebagai batasan dari Trump.

Sebanyak 300 ribu lebih Yahudi Haredim memadati Yerusalem protes wajib militer. - (Anadolu.)

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hakim: Ibam Tahu 5 Risiko Chromebook dan 3 Kelemahan Teknis Sejak Januari 2020
• 22 jam laludetik.com
thumb
Pembangunan 357 Huntap Pascabencana di Sumatera Rampung, Satgas PRR Kejar Penyelesaian Bertahap
• 17 jam lalupantau.com
thumb
Budaya yang Membuat Perempuan Saling Menjatuhkan
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara, Ini Hal-Hal yang Memberatkan Menurut Jaksa
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Saham Indonesia Banyak Kena Depak dari MSCI, Ini List Lengkapnya
• 11 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.