JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyoroti jumlah waktu bermain gawai anak Indonesia mencapai 7 jam per hari jauh melampaui batas aman.
Oleh karena itu, Arifah Fauzi menggandeng Tanoto Foundation meluncurkan buku cerita berjudul 'Misi untuk Raka'. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi jumlah waktu anak bermain gawai.
BACA JUGA:KemenPPPA Belum Tahu Soal Temuan 11 Bayi Diduga Hasil Hubungan Gelap di Sleman
"Karena hasil survei bahwa screen time anak-anak itu di kisaran 6-7 jam ini alarm buat kita semua maka saya menyampaikan ke Tanoto bisa nggak bikin buku cerita yang ada gambarnya sehingga anak-anak ada aktivitas sambil mendengarkan, membaca tapi juga sambil membangun konsentrasi Alhamdulillah hari ini terwujud mudah-mudahan ini sebagai upaya kita bagaimana mengurangi penggunaan gadget yang ada," ujar Arifah saat konferensi pers, Rabu 13 Mei 2026.
Lebih lanjut, Menteri PPPA Arifah Fauzi juga mengajak para orangtua agar terlibat aktif membimbing anak untuk mengurangi waktu bermain gadget di tengah kesibukan.
Menurut Arifah, membacakan buku cerita kepada anak tidak hanya meningkatkan fokus, tetapi juga membangun kedekatan secara emosional.
"Kadang orang tua tidak punya waktu banyak untuk bisa mendampingi anaknya 24 jam maka dengan buku cerita ini mengalihkan anak-anak tidak fokus kepada gadget tapi bagaimana buku cerita ini bisa menjadi fokus,"
BACA JUGA:Bocoran Staf Khusus Menkum: PSSI Siapkan 5 Amunisi Naturalisasi Baru Timnas Indonesia di Piala Asia 2027
Sebagai langkah konkret, Kemen PPPA menggandeng Tanoto Foundation untuk menghadirkan buku cerita bergambar sebagai alternatif aktivitas. Strategi ini bukan hanya soal membaca, tapi memberikan solusi agar anak lebih banyak bergerak dan memiliki fokus baru selain layar.
"Jangan hanya membatasi, tapi memberikan alternatif. Solusinya adalah supaya anak-anak bisa lebih bergerak lebih banyak dan berbuat baik," ungkap Eddy Henry selaku Head Policy dan Advokasi Tanoto Foundation.




