JAKARTA, KOMPAS.TV - Kementerian Haji dan Umrah mencatat angka kematian jemaah haji Indonesia selama operasional keberangkatan 2026 mengalami penurunan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, hingga hari ke-22 operasional haji, jumlah jemaah wafat tercatat sebanyak 24 orang.
Angka itu lebih rendah dibanding musim haji tahun lalu yang mencapai sekitar 46 hingga 48 orang pada periode yang sama.
“Pada tanggal yang sama tahun lalu itu jumlah yang wafat 46 sampai 48 orang. Nah tahun ini turun drastis, pada tanggal yang sama ini 24 orang,” kata Dahnil di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Baca Juga: Satu Jemaah Haji Asal Palembang Meninggal di Perjalanan saat Menuju Asrama Haji| KOMPAS PETANG
Menurut Dahnil, penurunan tersebut dipengaruhi oleh pengetatan pemeriksaan kesehatan atau istithaah bagi calon jemaah sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.
Ia menegaskan pemerintah terus memperkuat pengawasan kesehatan jemaah agar angka kematian selama musim haji dapat ditekan semaksimal mungkin.
“Ini akibat dari memang kita sangat ketat terkait dengan istithaah. Dan saya juga dengan Pak Menteri berulang kali menyampaikan harus lebih ketat,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Meski demikian, Dahnil menekankan pemerintah tidak ingin menjadikan penurunan angka kematian hanya sebagai statistik semata.
Baca Juga: Digitalisasi Konsumsi Haji 2026: Pantau 1,1 Juta Boks Makanan dan Standar Gizi Jemaah
Penulis : Dina Karina Editor : Desy-Afrianti
Sumber :
- haji 2026
- jemaah haji wafat
- kementerian haji dan umrah
- wamenhaj dahnil anzar





