Kejuaraan panahan Piala Wali Kota Surabaya 2026 dimanfaatkan sebagai bagian dari persiapan Atlet Kota Surabaya menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027.
Melalui kejuaraan itu, para pelatih dapat mengevaluasi kesiapan atlet yang tengah mengikuti program pemusatan latihan cabang (Puslatcab).
Raha S Hamzah Pelatih Tim Puslatcab Panahan Surabaya menjelaskan, kejuaraan itu menjadi sarana untuk memantau perkembangan atlet sejak dimulainya program latihan pada April 2026 lalu.
“Adanya event ini menjadi wadah bagi kami untuk melihat sejauh mana kesiapan atlet menuju Porprov 2027, mulai dari kesiapan mental, strategi, hingga fisik,” ujarnya.
Kejuaraan Panahan Piala Wali Kota Surabaya tahun ini diikuti sekitar 487 atlet yang berasal dari berbagai klub serta pengurus kota Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) di seluruh Jawa Timur.
“Untuk Piala Wali Kota cabor panahan tahun 2026 ini diikuti kurang lebih 487 peserta,” ungkapnya.
Menurut Raha, sebagian atlet yang berkompetisi dalam kejuaraan ini juga diperkirakan akan menjadi pesaing Surabaya pada ajang Porprov 2027. Oleh karena itu, pertandingan ini sekaligus menjadi kesempatan untuk memetakan kekuatan kompetitor.
“Di Piala Wali Kota ini ada beberapa kompetitor yang juga akan menjadi lawan kami di Porprov. Jadi setidaknya kami bisa mengetahui posisi kekuatan tim saat ini dan apa saja yang perlu dibenahi,” katanya.
Dalam kejuaraan tersebut, pertandingan panahan mempertandingkan empat divisi, yaitu Recurve, Compound, Barebow, dan divisi Nasional, yang masing-masing menggunakan jenis busur berbeda.
“Kalau di panahan ada empat divisi: divisi Recurve, Compound, Barebow, dan divisi Nasional,” ucapnya.
Meski demikian, Tim Panahan Surabaya saat ini masih memfokuskan target pada nomor perorangan.
“Untuk Piala Wali Kota ini mungkin kita nyarinya medalinya di perorangan rata-rata,” tambahnya.
Raha berharap hasil dari kejuaraan itu dapat menjadi pertimbangan untuk penambahan kuota atlet. Sehingga, tim Surabaya dapat tampil dengan komposisi penuh pada Porprov mendatang.
“Kami berharap dengan hasil dari Piala Wali Kota ini nantinya bisa mendapat tambahan kuota atlet sehingga tim bisa terbentuk full team, khususnya untuk kategori beregu,” jelasnya.
Kemudian, dia juga menilai perkembangan olahraga panahan di Surabaya sudah cukup baik, namun tetap memerlukan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, organisasi olahraga, hingga orang tua atlet.
“Sinergi antara pemerintah kota melalui Disbudporapar, KONI, pengurus cabang, dan juga orang tua atlet sangat penting untuk mendukung perkembangan dan prestasi atlet panahan ke depan,” pungkasnya.(rzl/rid)




