JAKARTA, KOMPAS.com – Di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat, perusahaan butuh tenaga kerja yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga memiliki keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar.
Menjawab tantangan tersebut, melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi), Pemprov DKI Jakarta memperkuat berbagai program pelatihan kerja agar warga memiliki keterampilan yang lebih sesuai dengan kebutuhan industri.
Kepala Disnakertransgi DKI Jakarta, Syaripudin mengatakan, peningkatan keterampilan menjadi kunci penting dalam membuka akses kerja bagi masyarakat.
“Masyarakat yang mempunyai skill akan mempermudah mendapatkan pekerjaan atau menciptakan lapangan pekerjaan yang pada akhirnya akan mengurangi jumlah pengangguran,” kata Syaripudin saat menjawab pertanyaan secara tertulis kepada Kompas.com, Jumat (29/5/2026).
Pelatihan datang langsung ke lingkungan wargaSalah satu program yang dijalankan adalah Mobile Training Unit atau MTU. Program ini menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta menghadirkan pelatihan kerja yang lebih mudah dijangkau masyarakat.
Syaripudin menjelaskan, MTU berbeda dengan pelatihan kerja konvensional. Melalui program ini, pelatihan tidak hanya dilakukan di pusat pelatihan, tetapi juga datang langsung ke lingkungan warga.
Konsep jemput bola memungkinkan warga ikut pelatihan tanpa harus mengeluarkan biaya transportasi besar atau meninggalkan aktivitas harian dalam waktu lama.
Program ini menyasar antara lain pencari kerja, ibu rumah tangga, dan warga berpenghasilan rendah yang selama ini sulit menjangkau balai latihan kerja formal.
Menurut Syaripudin, jenis pelatihan dalam program MTU juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan wilayah dan potensi ekonomi lokal.
“Pemerintah dapat menyesuaikan jenis keterampilan yang diberikan dengan potensi ekonomi lokal, seperti tata boga, menjahit, desain grafis, servis kendaraan, maupun keterampilan digital lainnya,” ujarnya.
Mulai 2026, peserta pelatihan MTU juga akan mengikuti uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikat kompetensi.
Selain MTU, Pemprov DKI Jakarta juga mengoptimalkan peran Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD). Program pelatihan di PPKD diarahkan agar semakin dekat dengan kebutuhan industri.
Saat ini, sejumlah pelatihan yang banyak diminati warga antara lain teknisi AC, tata boga, penjahitan busana, dan barista.
Namun, seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di sektor digital, Disnakertransgi DKI Jakarta mulai memperbanyak pelatihan yang berkaitan dengan keterampilan digital.
“Kejuruan MTU baru yang sesuai dengan industri digital di antaranya adalah junior content creator, digital marketing dasar, video editor, hingga desainer grafis muda,” kata Syaripudin.





