Tak hanya Indonesia, OJK Ungkap Banyak Emiten Negara Asia Pasifik Dicoret MSCI

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Friderica mengatakan perubahan tersebut merupakan bagian dari mekanisme review berkala MSCI yang didasarkan pada sejumlah parameter objektif.

Tak hanya Indonesia, OJK Ungkap Banyak Emiten Negara Asia Pasifik Dicoret MSCI. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan perubahan komposisi indeks MSCI dalam review Mei 2026 bukan hanya terjadi bagi pasar Indonesia, tetapi juga dialami berbagai negara di kawasan Asia Pasifik.

Friderica mengatakan perubahan tersebut merupakan bagian dari mekanisme review berkala MSCI yang didasarkan pada sejumlah parameter objektif seperti kapitalisasi pasar, free float, likuiditas, hingga dinamika harga saham.

Baca Juga:
OJK Nilai Saham yang Keluar dari MSCI Small Cap Berpotensi Naik ke Indeks Global

"Fenomena ini juga tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi terjadi di hampir seluruh pasar Asia Pasifik pada review kali ini," ujar Friderica dalam keterangan resminya, Rabu (13/5/2026).

Dia menjelaskan, pada MSCI Global Standard Index, ada 14 emiten dari pasar Jepang keluar dari indeks, Taiwan tujuh emiten, Malaysia enam emiten, Korea Selatan tiga emiten, sementara China meski menambah 22 emiten baru, juga mencatatkan 24 emiten keluar dari indeks.

Baca Juga:
OJK Pastikan Status Pasar Modal RI Tetap Emerging Market usai Pengumuman MSCI

Menurut dia, kondisi tersebut mencerminkan adanya penyesuaian alokasi portofolio global serta dinamika pasar yang terjadi secara luas di kawasan, bukan semata-mata hanya berlaku di Indonesia. 

Meski demikian, OJK memandang perubahan komposisi indeks MSCI menjadi pengingat penting untuk terus memperkuat kualitas dan kedalaman pasar modal domestik.

Baca Juga:
OJK: Koreksi IHSG Usai Pengumuman MSCI Hari Ini Masih dalam Batas Wajar

Friderica menyebut OJK bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus mendorong penguatan integritas pasar, peningkatan free float dan likuiditas saham, perluasan basis investor, serta penguatan tata kelola emiten agar daya saing pasar modal Indonesia semakin kuat dan berkelanjutan.

Dia juga memastikan fundamental sektor jasa keuangan Indonesia tetap resilien dan stabil di tengah volatilitas pasar global.

"Volatilitas jangka pendek maupun perubahan indeks global tidak mengubah komitmen kami untuk terus membangun pasar yang sehat, transparan, dan credible bagi investor domestik maupun global," katanya.

Ke depan, OJK juga akan memperkuat koordinasi dengan Bursa Efek Indonesia, self-regulatory organization (SRO), dan seluruh pelaku pasar untuk memastikan pasar modal Indonesia semakin menarik, likuid, dan investable dalam jangka panjang.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jelang Bertemu Xi Jinping, Trump Ogah Minta Bantuan China Selesaikan Perang Iran
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Klasemen Akhir Grup B Piala Asia U-17 2026: Timnas Indonesia U-17 Angkat Koper Setelah Digulung Jepang
• 19 jam lalubola.com
thumb
Heboh Pria di Kaltim Tewas Usai Diduga Curi Mangga, Polisi Selidiki
• 22 jam laludetik.com
thumb
Dilepas Menuju Tanah Suci, Ratusan Jemaah Haji Tangerang Diingatkan soal Cuaca Ekstrem
• 20 jam laluokezone.com
thumb
Profil Syahri, Anggota DPRD Jember yang Merokok dan Nge-Game Saat Rapat
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.