Pantau - Mantan Presiden Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations General Assembly (UNGA) Maria Fernanda Espinosa resmi direkomendasikan sebagai kandidat sekretaris jenderal (sekjen) PBB berikutnya.
Juru bicara Presiden Majelis Umum PBB Annalena Baerbock, La Neice Collins, mengatakan pencalonan Espinosa diajukan oleh pemerintah Antigua dan Barbuda.
Espinosa merupakan diplomat asal Ekuador yang pernah menjabat sebagai Presiden UNGA ke-73 pada periode 2018 hingga 2019.
Sebelumnya, ia juga pernah menjadi perwakilan tetap Ekuador untuk PBB di New York dan Jenewa.
Selain berkarier di lingkungan diplomasi internasional, Espinosa juga dua kali menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Ekuador serta pernah menduduki posisi Menteri Pertahanan.
Lima Kandidat Bersaing Rebut Kursi Sekjen PBBDengan masuknya Espinosa, saat ini terdapat lima kandidat yang bersaing untuk menjadi sekjen PBB berikutnya.
Empat kandidat lainnya yakni mantan Presiden Chile Michelle Bachelet, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) Rafael Grossi dari Argentina, Sekjen United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) Rebeca Grynspan dari Kosta Rika, serta mantan Presiden Senegal Macky Sall.
Persaingan menuju kursi pimpinan tertinggi PBB diperkirakan berlangsung ketat mengingat seluruh kandidat memiliki rekam jejak kuat di bidang diplomasi dan pemerintahan internasional.
Sekjen Baru Mulai Bertugas Awal 2027Sekretaris Jenderal PBB saat ini Antonio Guterres mulai menjabat pada Januari 2017 sebagai sekjen kesembilan dalam sejarah organisasi tersebut.
PBB dijadwalkan menetapkan sekjen baru yang akan mulai bertugas pada 1 Januari 2027.
Pemilihan sekjen PBB menjadi perhatian dunia karena posisi tersebut berperan penting dalam diplomasi global, penyelesaian konflik internasional, hingga pengambilan kebijakan kemanusiaan dunia.




