Seorang Wali Kota di Amerika Serikat Mengaku Bersalah! Akui Dirinya Sebagai Agen Mata-mata Partai Komunis Tiongkok

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Amerika Serikat meningkatkan penyelidikan terhadap aktivitas mata-mata Partai Komunis Tiongkok (PKT). Dari dunia akademik hingga sektor teknologi, dari komunitas Tionghoa hingga masyarakat arus utama, semakin banyak agen PKT yang mengumpulkan intelijen dan merugikan masyarakat Amerika Serikat dijatuhi hukuman. Kini, dunia politik AS juga disebut telah terpengaruh. Wali Kota dari Arcadia, Califronia, Eileen Wang, mengakui bahwa dirinya bekerja untuk PKT.

EtIndonesia. Wali Kota Arcadia, California, Amerika Serikat Eileen Wang mengaku bersalah karena bertindak sebagai perantara bagi Partai Komunis Tiongkok (PKT), demikian diumumkan Departemen Kehakiman AS pada  Senin (11/5/2026). Setelah didakwa secara diam-diam menjalankan arahan pemerintah asing, Wang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai wali kota di kota California Selatan itu.

Wang  menjalani sidang perdana pada Senin sore di Pengadilan Distrik AS di pusat kota Los Angeles dan secara resmi mengajukan pengakuan bersalahnya dalam beberapa minggu mendatang.

Wang terpilih menjadi anggota Dewan Kota Arcadia pada November 2022 dan menjabat sebagai wali kota ketika dakwaan diajukan. Jabatan wali kota dirotasi di antara lima anggota dewan kota.

Kota Arcadia terletak sekitar 13 mil di timur laut pusat kota Los Angeles.

Wang mengundurkan diri pada hari Senin setelah pengumuman dakwaan tersebut, menurut pernyataan Manajer Kota Arcadia, Dominic Lazzaretto. Ia menambahkan bahwa pihak berwenang memastikan tidak ada dana maupun staf kota yang terlibat.

Menurut dokumen pengadilan, dari akhir tahun 2020 hingga 2022, Wang dan Yaoning ‘Mike’ Sun, 65 tahun, dari Chino Hills—yang saat itu merupakan tunangan sekaligus bendahara kampanyenya—bekerja atas nama instruksi yang disampaikan oleh operator rezim Tiongkok.

Keduanya mengelola sebuah situs bernama U.S. News Center, yang dipasarkan kepada komunitas Tionghoa-Amerika lokal sebagai media berita, tetapi menurut jaksa digunakan untuk menyebarkan propaganda Partai Komunis Tiongkok.

Pada Juni 2021, menurut perjanjian pengakuan bersalah Wang, seorang pejabat partai komunis Tiongkok menghubunginya melalui platform pesan WeChat dan mendistribusikan konten yang sudah disiapkan sebelumnya, termasuk artikel yang diterbitkan di Los Angeles Times, yang menyatakan:

“Sikap Tiongkok mengenai isu Xinjiang—Tidak ada genosida di Xinjiang; tidak ada yang disebut ‘kerja paksa’ dalam aktivitas produksi apa pun, termasuk produksi kapas. Penyebaran rumor semacam itu bertujuan mencemarkan nama Tiongkok, menghancurkan keamanan dan stabilitas Xinjiang, melemahkan ekonomi lokal, dan menekan perkembangan Tiongkok.”

Dalam hitungan menit, Wang mengunggah artikel tersebut ke situs webnya dan mengirimkan tautannya kepada pejabat tersebut, yang kemudian menjawab, “Cepat sekali, terima kasih semuanya,” menurut jaksa.

Pada Agustus 2021, Wang mulai mengedit artikel atas permintaan seorang pejabat dan meneruskan tangkapan layar yang menunjukkan jumlah pembaca artikel tersebut. Setelah sebuah unggahan memperoleh 15.128 tayangan, pejabat itu berkata, “Hebat!” dan Wang membalas, “Terima kasih pemimpin.”

Wang tidak pernah memberitahukan kepada Jaksa Agung AS bahwa ia bekerja sebagai operator PKT, dan ia juga tidak pernah mengungkapkan di situs webnya bahwa sebagian kontennya diterbitkan atas arahan pejabat PKT, sebagaimana diakuinya dalam perjanjian pengakuan bersalah.

Pengacara Wang, Jason Liang dan Brian Sun, menyatakan bahwa Wang bertanggung jawab atas “kesalahan pribadi di masa lalu” dan memahami beratnya dakwaan terhadap dirinya.

“Ia meminta maaf dan menyesali kesalahan yang telah dibuat dalam kehidupan pribadinya,” demikian bunyi pernyataan tersebut. “Cinta dan pengabdiannya terhadap komunitas Arcadia tidak berubah dan tidak pernah goyah.”

Dokumen pengadilan juga menunjukkan bahwa Wang berkorespondensi pada November 2021 dengan John Chen, yang diidentifikasi sebagai tokoh senior dalam struktur intelijen PKT dan pernah menghadiri acara elit PKT serta bertemu langsung dengan pemimpin Tiongkok Xi Jinping. Saat mengirim tautan artikel yang ingin diperkuat penyebarannya oleh Chen, Wang menulis, “Ini yang ingin dikirim oleh Kementerian Luar Negeri.”

Chen dijatuhi hukuman 20 bulan penjara federal pada November 2024 setelah mengaku bersalah bertindak sebagai agen ilegal Tiongkok dan berkonspirasi menyuap pejabat publik.

Chen menggambarkan Wang dalam komunikasinya dengan pejabat Tiongkok sebagai “bintang politik baru” dan menyebut Sun serta Wang sebagai bagian dari “tim dasar yang didedikasikan untuk kami.” Sun, yang pernah bertugas di Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok, selama puluhan tahun menjadi “tangan kanan” Chen di Amerika Serikat, menurut jaksa.

Selain itu, pada November 2021 Wang juga menjalin kontak dengan agen PKT bernama Chen Jun. Chen sebelumnya dijatuhi hukuman 20 bulan penjara karena menyuap pegawai Internal Revenue Service (IRS) AS atau dinas pajak AS untuk membantu Partai Komunis Tiongkok menekan kelompok Falun Gong di luar negeri.

Pejabat kontraintelijen FBI, Roman Rozhavsky, memperingatkan: “Siapapun yang mewakili pemerintah asing untuk mempengaruhi sistem demokrasi Amerika Serikat akan diselidiki secara menyeluruh dan diproses sesuai hukum.” Reporter NTD Li Jiayin menambahkan bahwa FBI saat ini masih terus menyelidiki kasus tersebut. 

Sun mengaku bersalah pada Oktober 2025 atas satu dakwaan bertindak sebagai agen asing dan dijatuhi hukuman empat tahun penjara pada Februari lalu.

“Hal ini sangat mengkhawatirkan bahwa seseorang yang sebelumnya menerima dan menjalankan arahan dari pejabat pemerintah Republik Rakyat Tiongkok kini berada dalam posisi kepercayaan publik, terlebih lagi karena hubungan dengan pemerintah asing tersebut tidak pernah diungkapkan,” kata Asisten Jaksa Agung untuk Keamanan Nasional, John A. Eisenberg, dalam sebuah pernyataan.

Wang menghadapi ancaman hukuman hingga 10 tahun penjara.

Associated Press turut berkontribusi dalam laporan ini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Nadiem Makarim Jalani Sidang Tuntutan Hari Ini
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
Media 'Homeless' vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital
• 7 jam lalumediaapakabar.com
thumb
5 Lokasi Perpanjang Layanan SIM Keliling di Jakarta Buka Hari Ini 13 Mei 2026, Jangan sampai Salah!
• 15 jam laludisway.id
thumb
Modus Culas Penyelundupan 1 Ton Bahan Kimia Berbahaya Merkuri: Digulung dalam Karpet!
• 5 jam laluokezone.com
thumb
PBNU Gandeng UI, Gus Yahya Siapkan Lompatan Besar Pendidikan dan Riset Kampus NU
• 4 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.