Alasan PSM Makassar Bakal Kalahkan Persib Bandung! Tim Perserikatan Susah Menang di GBH: Persija Jakarta Kalah, Persebaya Surabaya Nyaris Tumbang

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, perlahan berubah menjadi arena yang menakutkan bagi tim-tim besar Super League musim ini. Atmosfer panas, tekanan suporter, hingga karakter permainan agresif PSM Makassar membuat banyak tim papan atas kesulitan pulang dengan nyaman dari markas Pasukan Ramang.

Kini giliran Persib Bandung yang datang dengan beban besar.

Pertandingan pekan ke-33 Super League 2025/2026 di Parepare pada 17 Mei mendatang bukan sekadar laga biasa. Ini adalah laga yang bisa menentukan arah gelar juara musim ini.

Dan situasi Persib datang dalam kondisi yang jauh dari ideal.

Maung Bandung dipastikan kehilangan tiga sosok penting sekaligus, yakni pelatih kepala Bojan Hodak, bek utama Federico Barba, serta motor lini tengah Luciano Guaycochea.

Ketiganya absen akibat hukuman akumulasi kartu kuning.

Absennya Bojan Hodak menjadi pukulan tersendiri bagi Persib. Pelatih asal Kroasia itu selama musim ini dikenal sebagai figur penting yang mampu menjaga stabilitas permainan tim, terutama dalam pertandingan penuh tekanan.

Laga melawan PSM jelas masuk kategori tersebut.

Ini bahkan menjadi ketiga kalinya Hodak harus absen karena sanksi kartu musim ini. Sebelumnya, ia juga pernah tidak mendampingi Persib saat menghadapi Malut United dan Madura United.

Namun kehilangan yang paling terasa kemungkinan ada di lapangan.

Federico Barba selama ini menjadi tembok utama pertahanan Persib. Bek asal Italia tersebut hampir tidak tergantikan sepanjang musim dan menjadi salah satu pemain paling konsisten di lini belakang.

Menariknya, ini menjadi kali pertama Barba harus absen akibat hukuman akumulasi kartu.

Sementara Luciano Guaycochea juga meninggalkan lubang besar di lini tengah. Gelandang asal Argentina itu dikenal sebagai pengatur ritme permainan Persib sekaligus salah satu sumber kreativitas serangan.

Tanpa Lucho, Persib diprediksi kehilangan keseimbangan dalam membangun serangan.

Dan semua situasi itu datang tepat ketika mereka harus bermain di salah satu kandang paling sulit musim ini.

Gelora BJ Habibie memang mulai membangun reputasi sebagai stadion yang menyulitkan tim-tim besar, khususnya klub-klub dengan sejarah panjang era perserikatan.

Fakta itu terlihat jelas dalam beberapa laga besar musim ini.

Persija Jakarta datang dengan ambisi besar, tetapi justru tumbang 2-1 di Parepare. Atmosfer pertandingan saat itu berlangsung panas sejak awal hingga akhir.

PSM tampil agresif dan berhasil memanfaatkan tekanan publik tuan rumah untuk mengguncang mental lawan.

Nasib serupa hampir dialami Persebaya Surabaya.

Bajul Ijo memang berhasil mencuri satu poin setelah bermain imbang 1-1, tetapi mereka juga mengalami tekanan luar biasa sepanjang pertandingan. Bahkan dalam beberapa momen, Persebaya nyaris pulang dengan kekalahan.

Kini, Persib datang menghadapi tekanan yang mungkin lebih besar dibanding dua tim tersebut.

Sebab laga ini bukan hanya soal gengsi klasik antarklub besar, tetapi juga menyangkut perebutan gelar juara.

Saat ini Persib memang masih memimpin klasemen dengan koleksi 75 poin. Namun Borneo FC Samarinda terus menempel ketat dengan jumlah poin yang sama.

Maung Bandung hanya unggul head to head.

Artinya, satu kesalahan kecil saja di Parepare bisa membuat posisi mereka langsung tergeser jika Borneo FC mampu menang di pertandingan lain.

Situasi itu membuat tekanan mental Persib dipastikan meningkat.

Dan PSM tampaknya siap memanfaatkan keadaan tersebut.

Pasukan Ramang memang sudah memastikan diri bertahan di Super League musim depan. Tetapi bermain di kandang sendiri melawan calon juara tetap menjadi pertandingan yang sarat gengsi.

Apalagi PSM perlahan mulai menemukan kembali kepercayaan dirinya setelah melewati musim yang sulit.

Atmosfer GBH pun diprediksi akan sangat panas.

Suporter PSM tentu ingin melihat tim mereka menjadi penentu arah trofi musim ini. Mengalahkan Persib bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga cara menutup musim dengan kebanggaan setelah perjalanan panjang penuh tekanan.

Selain faktor atmosfer, karakter permainan PSM juga berpotensi menyulitkan Persib yang kehilangan beberapa pemain penting.

PSM dikenal bermain dengan intensitas tinggi saat tampil di Parepare. Tekanan cepat, duel keras, dan transisi agresif sering membuat lawan kesulitan mengembangkan permainan.

Kehilangan Federico Barba di lini belakang bisa menjadi celah yang coba dimanfaatkan lini serang PSM.

Sementara absennya Luciano Guaycochea berpotensi membuat Persib kesulitan mengontrol tempo pertandingan di tengah tekanan publik tuan rumah.

Meski Persib tetap memiliki kedalaman skuad yang kuat, pertandingan ini jelas tidak akan mudah.

Apalagi sejarah musim ini menunjukkan satu hal penting: tim-tim besar ternyata tidak pernah benar-benar nyaman bermain di Gelora BJ Habibie.

Dan kini, stadion di Parepare itu bersiap menjadi panggung besar yang mungkin menentukan siapa yang akan mengangkat trofi Super League 2025/2026.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polda Metro Bongkar Penyelundupan Merkuri ke Filipina
• 6 jam laludetik.com
thumb
Main Game dan Merokok Saat Bahas Stunting, Anggota DPRD Jember Terancam Sanksi Etik dan Disiplin Partai
• 12 jam lalurealita.co
thumb
Kenalan dengan Tren Revenge Eyeliner, Tampilan Dramatis ala Maddy Perez di Serial Euphoria
• 14 jam lalubeautynesia.id
thumb
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Bongkar 50 Bangunan Liar di Bandung
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Pengawasan Harus Diperketat, Jangan Sampai Indonesia Jadi Markas Judi Online Internasional
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.