BULOG dan Kementan Hadirkan Akademisi hingga Pakar Bahas Swasembada Pangan Berkelanjutan di Gadung Jatim

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID -- Perum BULOG bersama Kementerian Pertanian RI menghadirkan sejumlah akademisi, pengamat, organisasi kepemudaan, mahasiswa, petani, hingga pelaku pasar dalam kegiatan Dialog Kebangsaan bertema “Mewujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan” yang digelar di Gudang Sewa BULOG Romokalisari, Pergudangan Bumi Maspion, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Kegiatan ini menjadi ruang diskusi strategis untuk memperkuat pemahaman bersama mengenai kondisi pangan nasional yang dihadiri Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman dan disambut langsung oleh Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han beserta sejumlah akademisi dan pengamat nasional yaitu Dr. Muhammad Said Didu, Prof. K.H. Dr. Din Syamsudin, Prof. Dr. Ferdi, S.H., M.Hum., selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Andalas; Prof. Inez Hortense, SL dari IRRI; Prof. Mangku Purnomo, S.P., M.Si., Ph.D., Dekan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya; Prof. Nining Widyah Kusnanik, S.Pd., M.Appl.Sc., Dekan Fakultas Ketahanan Pangan Universitas Negeri Surabaya dan Kepala BPS Provinsi Jawa Timur Herum Fajarwati.

Dialog Kebangsaan ini juga diikuti oleh organisasi kepemudaan, Badan Eksekutif Mahasiswa se-Jawa Timur, Gapoktan, dan pedagang pasar. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa agenda swasembada pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif akademisi, petani, pelaku usaha, generasi muda, dan masyarakat luas.

BACA JUGA:Lebih dari Sekadar Belanja, Blibli Store Kukuhkan Diri sebagai Go-To Digital Essentials

Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman dalam paparannya menegaskan bahwa kondisi stok beras nasional saat ini mencatatkan capaian tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi penguatan ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika pangan global. Andi Amran menambahkan terjadi peningkatan produksi pangan nasional yang turut didukung data Badan Pusat Statistik, FAO, dan United States Department of Agriculture yang mencatat produksi beras Indonesia mencapai 34,6 juta ton dengan surplus sekitar 4 juta ton.

"Capaian peningkatan ini tidak terlepas dari berbagai langkah pemerintah dalam memperkuat infrastruktur pertanian, memperbaiki sarana produksi, mendorong penggunaan benih unggul tahan kekeringan, serta menghadirkan kebijakan strategis yang mendukung peningkatan produktivitas pangan nasional," ujarnya.

Selanjutnya Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han., menyampaikan bahwa penyelenggaraan diskusi di gudang BULOG menjadi momentum penting untuk memperlihatkan secara langsung kondisi Cadangan Beras Pemerintah sekaligus memperkuat dialog lintas sektor mengenai masa depan pangan nasional.

BACA JUGA:PBNU Gandeng UI Perluas Kerja Sama Pendidikan, Siapkan Program Beasiswa Double Degree

“Stok BULOG sampai hari ini mencapai 5,329 juta ton dan menjadi puncak tertinggi sepanjang sejarah BULOG menyimpan beras. Potensi ini masih akan terus bertambah dan kami prediksi dapat mencapai 5,5 hingga 6 juta ton,” ujar Dirut BULOG.

Dirut BULOG menambahkan, kondisi stok yang kuat merupakan hasil dari sinergi pemerintah, petani, mitra penggilingan, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan pangan nasional. BULOG terus memperkuat penyerapan gabah dan beras petani sebagai bagian dari upaya menjaga Cadangan Beras Pemerintah, stabilitas pasokan, serta keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.

Pengamat yang hadir, Muhammad Said Didu menyampaikan bahwa Saat ini sedang terjadi revolusi besar di sektor pertanian, terutama dalam tata kelola data pangan nasional. Swasembada pangan tidak cukup hanya dilihat dari angka produksi, tetapi juga dari keberanian bangsa untuk mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat kemandirian pangan. 

"Dengan adanya satu data pangan yang lebih terintegrasi antara BPS, Kemendag, Kementan, dan BULOG, kebijakan pangan dapat berjalan lebih akurat, transparan, dan tepat sasaran. Ketika pangan terkendali, negara menjadi stabil, petani sejahtera, dan masyarakat dapat menikmati pangan yang tersedia dengan harga terjangkau," ujar Said Didu.

BACA JUGA:Keunggulan ASUS ExpertBook P3 PM3406CKA di Kelas Laptop Bisnis

Selain itu, Prof. K.H. Din Syamsudin berpendapat; “Sebagai negara agraris, Indonesia memiliki kekuatan besar untuk mencapai swasembada pangan, khususnya beras. Capaian stok beras BULOG yang mencapai 5,3 juta ton menjadi bukti bahwa ketahanan pangan nasional semakin kuat dan perlu disyukuri bersama. Langkah BULOG bersama Kementerian Pertanian dalam menjaga stok, mendukung petani, dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat patut diapresiasi. Dengan pangan yang aman, petani semakin sejahtera, BULOG semakin berjaya, dan rakyat Indonesia terlindungi dari risiko kekurangan bahan pangan," ujarnya.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Serahkan Rp10,27 Triliun Hasil Penertiban Hutan, Jaksa Agung Optimistis Tak Ada Lagi Kebocoran
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jangan Sampai Terlewat! Ini Jadwal SIM Keliling Jakarta 13 Mei
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
MSCI Keluarkan Enam Saham Blue Chip Indonesia dari Indeks Standar Global
• 13 jam lalukompas.id
thumb
Viral Juri LCC MPR RI Singgung Endorse dan LHKPN, Harta Rp3,9 Miliar Indri Wahyuni Ikut Dikuliti Netizen
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Media 'Homeless' vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital
• 1 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.