BEKASI, KOMPAS.com - Sejumlah warga sukarelawan masih tampak berjaga bersama petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi dan Babinsa TNI di pelintasan sebidang Ampera, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, meski sudah dipasangi palang otomatis dan sirine, Rabu (13/5/2026).
Pantauan Kompas.com di lokasi, arus kendaraan di pelintasan tersebut masih terpantau padat.
Sejumlah warga berseragam terlihat membantu mengatur lalu lintas dan mengarahkan pengendara saat kereta melintas.
Baca juga: Warga Setuju Perlintasan Kereta di Tebet Ditutup: tapi Jangan Semua
Ali (43), warga yang berjaga di pelintasan, mengatakan, keberadaan mereka adalah untuk membantu mengatur arus lalu lintas agar tetap tertib dan lancar.
“Walaupun ada palang otomatis juga, kayaknya kami tetap bakal di sini. Karena ukuran jalannya jadi lebih sempit. Kalau enggak diatur manual, motor berantakan di relnya,” ujar Ali kepada Kompas.com saat ditemui di lokasi, Rabu.
Ali menegaskan, warga yang berjaga bukan bagian dari organisasi masyarakat ataupun pihak yang memaksa pengendara memberikan uang saat melintas.
Baca juga: Warga Minta Pemkot Tetap Awasi Pelintasan Ampera Bekasi meski Sudah Ada Palang Otomatis
“Kami sekarang sudah dipakaikan seragam. Dan kami itu sukarelawan dari sebelum adanya kejadian (kecelakaan) ini. Bukan orang-orang begitu (ormas),” kata dia.
Menurut Ali, warga telah membantu menjaga pelintasan tersebut sejak tahun 1990-an.
Karena itu, hingga kini keberadaan mereka masih dianggap membantu petugas di lapangan.
“Kami sudah turun-temurun di sini. Kecuali memang pihak pemerintah sudah melarang untuk tidak boleh, ya mungkin kami ikuti aturan itu,” ujar dia.
Baca juga: KAI Bangun Uji Coba Palang Pintu Baru di Kawasan Ampera dekat Stasiun Bekasi Timur
Saat ini, kata Ali, terdapat sekitar 20 warga yang bergantian berjaga di pelintasan tersebut dalam beberapa sesi.
“Karena kami dibikin sepasang-sepasang, jatuhnya 20 orang. Ada yang satu jam, ada yang dua jam, ada yang empat jam. Tergantung,” kata Ali.
Ia juga menilai para pengendara kini lebih tertib dan tidak lagi nekat menerobos pelintasan setelah terjadinya kecelakaan kereta di wilayah Bekasi Timur pada akhir April lalu.
Baca juga: Usai Tragedi KRL di Bekasi Timur, Pelintasan Ampera Kini Dipasangi Sirine dan Palang Otomatis
“Sekarang ini karena mungkin dibantu petugas, jadi mereka agak takut. Lebih tertib lah dari sebelumnya,” ujar dia.
Selain itu, Ali mengaku jumlah kendaraan yang melintas di pelintasan Ampera juga mulai berkurang sejak kecelakaan tersebut terjadi.





