JAKARTA, KOMPAS.TV - Wabah hantavirus yang muncul di kapal pesiar ekspedisi MV Hondius menjadi perhatian dunia setelah sejumlah penumpang dilaporkan terinfeksi.
Kasus bermula saat kapal MV Hondius melakukan pelayaran di kawasan Atlantik Selatan dan Antartika pada April 2026.
Seorang penumpang bernama Leo dan istrinya, Mirjam, diketahui merupakan pengamat burung berpengalaman yang sebelumnya melakukan perjalanan ke sejumlah wilayah Amerika Selatan, termasuk Argentina, Chile, dan Uruguay.
WHO menyebut pasangan tersebut sebagai kasus pertama dalam klaster wabah di kapal pesiar itu. Berdasarkan penyelidikan awal, keduanya diduga terpapar hewan pengerat saat mengunjungi lokasi pembuangan sampah di Patagonia.
Hingga kini, proses evakuasi, pelacakan kontak erat, dan investigasi masih dilakukan oleh berbagai otoritas kesehatan internasional.
Indonesia turut terlibat dalam investigasi setelah Kementerian Kesehatan menerima laporan mengenai seorang warga negara asing berusia sekitar 60 tahun yang tinggal dan bekerja di Jakarta Pusat. Pria tersebut diketahui memiliki riwayat kontak erat dengan pasien kedua dari klaster MV Hondius yang meninggal dunia.
Kementerian Kesehatan kemudian mengevakuasi WNA tersebut dan merawatnya di RSPI Sulianti Saroso. Saat ini, pasien masih dalam pemantauan meski dilaporkan dalam kondisi sehat dan belum menunjukkan gejala klinis yang mengarah pada infeksi aktif.
Pemerintah juga menegaskan hantavirus dalam kasus MV Hondius berbeda dengan jenis hantavirus yang ditemukan di Indonesia. Kasus di kapal pesiar berkaitan dengan Andes virus yang banyak ditemukan di Amerika Selatan dan dikenal dapat memicu Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS). Sementara di Indonesia, hantavirus yang lebih sering terdeteksi berkaitan dengan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS).
Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang, menjaga kebersihan lingkungan, serta mengikuti informasi resmi terkait perkembangan kasus hantavirus.
Penulis : Theo-Reza
Sumber : Kompas TV
- wna
- hanta virus
- indonesia
- wna indonesia
- hantavirus
- wabah





