Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kota Surabaya berjanji bakal rajin melakukan inspeksi mendadak (sidak) dalam rangka mengecek kelayakan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Janji itu disampaikan Kusmayanti Kepala KPPG Kota Surabaya, hari ini, Rabu (13/5/2026), dalam rapat dengar pendapat di DPRD Kota Surabaya, merespons kasus keracunan ratusan siswa sekolah sesudah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Di pelaksanaan pengolahan makanan yang terjadi dan memang ternyata dari layout dan higienitasnya memang belum memenuhi syarat,” tuturnya.
Dia melanjutkan, kondisi ketidaklayakan itu sudah dilaporkan ke jajaran di atasnya. SPPG Bubutan Tembok Dukuh langsung ditutup sementara operasionalnya.
“Sampai batas waktu SPPG ini bisa memenuhi seluruh persyaratan tadi,” tegasnya.
Kusmayanti Kepala KPPG Kota Surabaya, Rabu (13/5/2026). Foto: Meilita Elaine suarasurabaya.netLebih lanjut, Kusmayanti juga berkomitmen melakukan sidak ke dapur dapur-dapur di wilayah 15 kota/kabupaten Provinsi Jawa Timur yang menjadi tanggung jawabnya. Dia bilang, tidak ragu menindak tegas kalau ada dapur yang tidak sesuai persyaratan.
“Saya selaku KPPG Surabaya yang bertanggung jawab untuk seluruh SPPG yang ada di wilayah 15 Kota Kabupaten Provinsi Jawa Timur akan lebih intensif lagi untuk melakukan sidak-sidak kepada dapur-dapur yang ada untuk memastikan ketika memang masih terdapat SPPG-SPPG yang tidak sesuai itu untuk segera kami tindak lanjuti,” paparnya.
Dia mengklaim, selama ini sudah rutin meminta SPPG melapor jika dapurnya belum layak.
“Karena kan cukup besar ya SPPG yang ada di wilayah Jawa Timur. Sehingga, memang kita membutuhkan SPPG ini, kepala SPPG ini jujur untuk menyampaikan bagaimana sih kondisi dapurnya gitu. supaya kita juga pasti bisa bertindak dengan tegas gitu,” jelasnya lagi.
“Bahwa ini adalah menjadi penekanan ke depannya bahwa sidak-sidak ini akan lebih ketat lagi kami lakukan terkait informasi-informasi yang harapannya di bisa kita selesaikan untuk masalah di di kelayakan dan higienitas,” tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, Dinkes Surabaya mengungkap hasil investigasi, menemukan adanya proses thawing daging, salah satu menu MBG Senin (11/5/2026), yang tidak sesuai. Sehingga, memungkinkan terjadi kontaminasi.
Kemudian, proses itu dilakukan di area yang kotor, tidak higienis. Temuan itu sejalan dengan fakta bahwa SPPG tersebut belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).(lta/rid)



