Menteri Jumhur Tegaskan Komitmen Atasi Pengelolaan Sampah

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup (LH)/Badan Pengendali Lingkungan Hidup (BPLH) berkomitmen serius menggunakan segala kewenangan dan instrumen agar tercipta Indonesia yang bersih dan berkelanjutan.

"Sesuai UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, pihaknya akan menerapkan sanksi terhadap penanggung jawab usaha dan/atau jika Pemda tidak menerapkan sanksi administratif terhadap pelanggaran yang serius di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan," papar Menteri LH/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat.

BACA JUGA: Menteri LH Beri Peringatan Keras, Pengelola Pasar Caringin Tak Merasa Salah soal Sampah

Hal itu disampaikannya dalam FGD bertajuk "Masa Depan Pengelolaan Sampah dan Limbah Padat Indonesia: Membangun Tata Kelola Yang Berkelanjutan" yang diselenggarakan secara daring oleh GREAT Institute, Rabu (13/5) siang.

Menteri LH menekankan Pasal 114 UU No. 32/2009 penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan yang tidak melaksanakan paksaan pemerintah dipidana 1 (satu) tahun dan denda Rp 1 miliar.

BACA JUGA: Kunker Perdana ke Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Jadi Gerakan Nasional

Menteri Jumhur mengemukakan potensi jumlah timbunan sampaih di Indonesia pada 2026 sebanyak 51,8 juta ton, di mana 25% menjadi sampah terkelola dan 75% masih belum terkelola dengan baik.

Oleh karena itu, pengelolaan sampah sebagai agenda lingkungan strategis juga merupakan tantangan yang makin nyata di Indonesia. 

BACA JUGA: Dilantik Jadi Menteri LH, Jumhur Targetkan Pengelolaan Sampah Sesuai Standar Global

Dia menegaskan secara nasional pada 2026, pemerintah menargetkan 63,54% sampah terkelola dan 100% pada 2029.

Namun Jumhur mengingatkan permasalahan sampah tidak akan tuntas jika hanya mengandalkan hilir atau Tempat Pemrosesan Akhir.

"Kunci keberhasilan pada perubahan perilaku di hulu," tegasnya.

Menteri Jumhur mengajak seluruh elemen bangsa dari titik terkecil memulai dengan komitmen mengurangi penggunaan plastik sekali pakai buang.

Selain itu, menjadikan rumah sebagai unit terkecil pemilahan sampah organik dan anorganik.

Konsultan Regional Indonesia/Malaysia Dicenter for Energy, Ecology and Development, Dwi Sawung, menambahkan masalah pengelolaan sampah kebanyakan ada di daerah kabupaten kota sekitar 75%, sementara di Kementerian hanya 25%.

"Kota-kota besar di Indonesia tidak mengelola sampah dengan baik sehingga timbul masalah," jelas Dwi.

Dia mengapresiasi pengelolaan sampah di Jakarta yang menurutnya lebih baik karena di hulunya sudah ada pemilahan.

Namun sayang di daerah-daerah lain sekitar Jakarta hal ini belum dilakukan.

Sebelumnya. Ketua Dewan Direktur Great Indonesia Syahganda Nainggolan mengatakan FGD akan menghasilkan rekomendasi kebijakan dan rencana aksi pengelolaan sampah yang akan disampaikan kepada Menteri LH.

FGD Masa Depan Pengelolaan Sampah dan Limbah Padat Indonesia: Membangun Tata Kelola yang berkelanjutan, menghadirkan Pembicara Teuku Mulia, ST.MT (Kadis LH Kabupaten Bogor), Anna Belle Zainab Nainggolan, S.Ant, MSc (Peneliti dan Pengamat Sosial Ekonomi).

Kemudian, Ir Tutuko Wirjoatmodo, METN (Konsultan, Praktisi Lingkungan dan Energi Terbarukan), Ir Hokkop Situngkir (Direktur Biomassa PT PLN EPI), Soni Asrul Sani, ST (Advisor PT Semen Indonesia), Dr Suroso Isnandar ST, MSc (Direktur Manajemen Projek Energi Baru Terbarukan dan Eksekutif EBT untuk Kelistrikan), Prof Dr I Nyoman Puget Aryantha PHd (Rektor ITERA).

Selanjutnya, Prof Dr Mochammad Khaerul, ST, MT (Guru Besar FT Sipil dan Lingkungan ITB), Nelly Rosa Juliana Siringoringo (Aktivis Lingkungan), Dr Achmad Gunawan Wijaksono, ST.MT (Konseptor Kebijakan, Dosen dan Peneliti Limbah B3 dan Sampah), Anto Tri Sugiarto, B.Eng, M.Eng, PHd (Peneliti Senior BRIN).

Hadir juga Ratu Ratna Damayanti (Koordinator TP3D dan Kepala Baperinda Kota Depok), Dr Dadang Wihana, MSi, Dwi Sawung (Konsultan Regional Indonesia/Malaysia Dicenter for Energy, Ecology and Development), Yudi Samhudi Suyuti, S.Sos (Aktivis Lingkungan), Agung Nugroho, SE.MM (Wali Kota Pekanbaru). (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Perangi Sampah Plastik, Gandawesi UPI Bersihkan Sungai Cikapundung


Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Mesyia Muhammad


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perang Menggila, Arab Saudi Diam-Diam Serang Langsung Wilayah Iran
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Terpopuler: Hyundai Hillstate Sudah Lobi Megawati Sebelum Mundur dari Timnas Voli Indonesia, 7 Alasan Rekrut Megatron
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
Kebakaran Rumah di Sunter Agung Jakarta Utara, 4 Orang Tewas
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Naik 10%, Sompo Insurance Cetak Laba Bersih Rp135 Miliar di Tahun 2025
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Tak Sekadar Kejar PAD, Gus Fawait Tantang Direksi Baru PDP Kahyangan Tekan Kemiskinan
• 2 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.