KOMPAS.TV - Guru BK honorer SMP Negeri 2 Palimanan Cirebon, Lina Wahyuni, mengaku siap mengikuti seleksi jika memang menjadi syarat untuk tetap mengajar di sekolah negeri.
Lina mengatakan dirinya telah mengikuti Pendidikan Profesi Guru atau PPG dan kini sudah terdaftar dalam Dapodik.
Ia juga mengaku mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah untuk memperjuangkan status guru honorer agar bisa diangkat.
Sementara itu di Sumatera Utara, Kepala Sekolah SMKN 4 Medan Fahriza Marta Tanjung mengatakan pemerintah provinsi mulai melakukan pendataan terhadap guru honorer yang terdaftar maupun belum terdaftar di Dapodik.
Namun hingga kini, menurut Fahriza, belum ada arahan khusus terkait tindak lanjut surat edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
Fahriza mengungkapkan kondisi guru honorer di SMKN 4 Medan berbeda dengan di SMPN 4 Palimanan, Cirebon, tempat Lina Wahyuni bekerja.
Menurutnya, seluruh guru honorer di sekolahnya tetap menerima honor karena sekolah masih diperbolehkan menerima sumbangan dari orang tua siswa.
Ia menjelaskan sumber pembayaran honor berasal dari dana BOS dan swadaya orang tua murid.
Untuk guru BK, Fahriza mengatakan honor yang diterima bisa mencapai sekitar dua juta rupiah per bulan.
Fahriza pun mengaku prihatin dengan kondisi guru honorer di tingkat SMP yang tidak menerima honor karena keterbatasan aturan penggunaan anggaran.
Ia juga mengungkapkan masih ada praktik pembagian dana BOS untuk membantu guru honorer lain yang belum terdata di Dapodik.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/fSG-LcnPG4k
#guru #honorer #prabowo
Penulis : Elisabeth-Widya-Suharini
Sumber : Kompas TV
- guru
- honorer
- pendidikan
- gibran
- prabowo





