Winardi Legowo Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) optimistis pembagian dividen ke depan akan semakin meningkat.
Menurutnya, itu menjadi komitmen Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Timur.
“Kami sejak tahun 2012 sampai saat ini itu selalu meningkatkan jumlah dividen yang kami berikan kepada shareholder kami. Peningkatan itu kami sadari memang diperlukan untuk membantu pendapatan asli daerah,” kata Winardi kepada suarasurabaya.net, di kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Senin (11/5/2026).
Peningkatan dividen dianggap penting untuk menunjang pendapatan Provinsi Jawa Timur. Selain itu, peningkatan tersebut juga mampu mendorong perkembangan dari Bank Jatim ke depan.
“Untuk diketahui kami sudah melaksanakan ketentuan yang ada bahwa pembagian dividen dari BMD itu khususnya dari Bank Jatim ya. Itu minimal 55 persen dan kami akan berbakangan pada aturan itu, supaya kami memberikan kepada pemerintah daerah maksud kami minimal 55 persen,” ujarnya.
Winardi menyoroti pengaruh peningkatan pembagian dividen, yang sejalan dengan peningkatan kemampuan fiskal pemerintah daerah.
“Dividen itu merupakan kan pendapatan asli daerah, itu merupakan tambahan juga kemampuan fiskal pemerintah daerah untuk melakukan pembangunan daerah. Kami berharap pemahaman ini, bahwa semakin besar kontribusi masyarakat terhadap Bank Jatim pun, akan membuat Bank Jatim akan semakin besar kontribusi terhadap pemerintah daerah,” ucapnya.
Perkembangan Bank Jatim, sambungnya, akan memengaruhi tingkat pembangunan di Jawa Timur lantaran BUMD tersebut memiliki peran dalam membangun daerah-daerah di Jawa Timur.
“Kontribusi itu oleh pemerintah daerah pasti akan digunakan, untuk melakukan pembangunan di daerah masing-masing tadi,” katanya.
Sebelumnya, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) membagikan dividen sebanyak Rp850,17 miliar kepada para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025.
Nilai dividen tersebut setara Rp56,62 per lembar saham atau 55 persen dari laba bersih Tahun Buku 2025. Jumlah itu meningkat dibanding dividen tahun sebelumnya yang berada di angka Rp54,71 per lembar saham.
Winardi Legowo Direktur Utama Bank Jatim menjelaskan, peningkatan dividen ditopang oleh kinerja keuangan perseroan yang tetap positif di tengah dinamika ekonomi sepanjang 2025.
“Atas beberapa hal yang telah Manajemen terapkan dengan didukung oleh produktifitas team yang solid termasuk melalui kolaborasi konsolidasi bersama 4 Bank Pembangunan Daerah yang tergabung dalam KUB, kinerja keuangan konsolidasi perseroan tahun 2025 cukup positif,” katanya
Secara konsolidasi, aset Bank Jatim tercatat mencapai Rp168,85 triliun atau tumbuh 42,93 persen secara tahunan (yoy). Laba bersih konsolidasi mencapai Rp1,61 triliun atau naik 24,80 persen (year on year).
Sementara secara bank only, Bank Jatim mencatat pengelolaan aset Rp105,8 triliun atau tumbuh 3,70 persen (yoy) serta laba bersih Rp1,546 triliun atau meningkat 20,65 persen dibanding tahun sebelumnya.(lea/rid)




