Jadi Rookie yang Berbahaya di Moto3 dengan Performa yang Meledak-ledak! Veda Ega Pratama Dikaitkan dengan Legenda MotoGP Valentino Rossi  

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, JAKARTA –Nama pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama kini mulai bergema jauh melampaui paddock Moto3. Bukan hanya karena hasil balapannya yang terus mencuri perhatian, tetapi juga karena gaya bertarungnya di lintasan yang dianggap menghadirkan aura klasik para legenda MotoGP. Di usia yang baru 17 tahun, Veda perlahan berubah dari sekadar rookie menjadi ancaman nyata di kelas ringan Grand Prix musim 2026.

Grand Prix Prancis di Sirkuit Le Mans menjadi panggung terbaru ledakan performanya.

Dalam kondisi lintasan basah yang kacau dan penuh insiden, rider muda Honda Team Asia itu tampil seperti pembalap yang menolak tunduk pada keadaan. Memulai balapan dari posisi keenam, Veda justru tercecer hingga posisi ke-14 pada lap awal. Banyak pembalap lain mulai kehilangan kontrol di tengah hujan dan trek licin, tetapi Veda justru menemukan ruang untuk menyerang.

Satu demi satu rival dilahapnya.

Overtake dilakukan di titik-titik yang bahkan jarang dipilih pembalap berpengalaman. Di tengah balapan yang lebih mirip ujian bertahan hidup, Veda justru tampil semakin agresif.

Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, mengakui balapan tersebut menjadi salah satu race paling sulit musim ini.

“Balapan ini benar-benar soal bertahan hidup. Banyak pembalap jatuh karena kondisi lintasan sangat licin. Tetapi Veda mampu mengelola situasi dengan sangat cerdas,” ujar Aoyama dalam pernyataan yang telah disunting ulang.

Yang membuat banyak orang terkesima bukan hanya hasil akhirnya.

Tetapi cara Veda mencapai posisi keempat.

Dari luar, performanya terlihat meledak-ledak. Kadang liar. Kadang seperti kehilangan batas antara nekat dan jenius. Namun justru di situlah daya tariknya muncul.

Di paddock Moto3, Veda mulai mendapat julukan baru: “Travis Pastrana Moto3.”

Julukan itu bukan tanpa alasan. Banyak kru dan pengamat melihat keberanian Veda mengingatkan pada gaya ekstrem Travis Pastrana — sosok yang identik dengan aksi di luar nalar dan keberanian melampaui batas aman.

Pengamat MotoGP, Matteo Guerinoni, bahkan menyebut gaya balap Veda sebagai sesuatu yang sangat jarang dimiliki rookie.

“Ia membalap seperti tidak mengenal rasa takut. Kadang garis balap yang dipilihnya terasa mustahil untuk dilakukan,” katanya dalam komentar yang telah diedit secara redaksional.

Namun di balik julukan liar itu, muncul satu nama lain yang jauh lebih besar: Valentino Rossi.

Perbandingan dengan Rossi mulai muncul bukan karena jumlah kemenangan atau pencapaian, melainkan karena insting balapnya.

Veda dinilai memiliki naluri alami untuk membaca kekacauan balapan dan menciptakan peluang dari situasi yang tampak tertutup. Persis seperti Rossi di era emas MotoGP.

Rossi dulu dikenal bukan sekadar cepat.

Ia adalah pembalap yang mampu “merasakan” celah sebelum celah itu benar-benar ada.

Dan karakter itu mulai terlihat pada diri Veda.

Di Le Mans, misalnya, ia tidak sekadar menunggu pembalap lain melakukan kesalahan. Ia aktif memancing tekanan, memaksa rival mengambil risiko, lalu menghukum mereka dengan manuver agresif.

Honda Team Asia bahkan memberi julukan baru yang langsung viral setelah GP Prancis: “Boeing 954.”

Julukan itu muncul setelah Veda melesat dari posisi 14 ke posisi empat hanya dalam beberapa lap. Angka 954 diyakini merujuk pada kecepatan maksimum Boeing 787 Dreamliner.

“Pesawat Boeing 954 Pratama memberi sedikit motivasi untuk hari Senin. Dari posisi 14 ke 4, hal yang biasa dilakukan Veda,” tulis Honda Team Asia dalam unggahan media sosial mereka yang telah disunting ulang.

Tetapi di balik semua pujian itu, ada satu hal yang terus menjadi perhatian tim.

Agresivitas Veda masih harus dikendalikan.

Seorang sumber internal Honda Team Asia menyebut gaya balap seperti ini bisa menjadi kekuatan besar, tetapi juga ancaman jika tidak dikelola dengan baik.

“Keberaniannya luar biasa. Namun dalam balapan level dunia, agresivitas juga harus dibarengi kontrol emosi dan perhitungan,” ungkap sumber tersebut.

Dan memang, sejarah MotoGP penuh dengan pembalap berbakat yang terlalu cepat terbakar karena gagal menemukan keseimbangan.

Tetapi sejauh ini, Veda terlihat mulai belajar.

Ia tidak lagi sekadar menyerang membabi buta seperti di awal karier juniornya. Dalam beberapa seri terakhir, ia mulai terlihat lebih sabar membaca ritme balapan.

Meski begitu, insting liarnya tetap muncul di momen tertentu.

Dan justru itulah yang membuatnya berbeda.

Moto3 selama ini dikenal sebagai kelas paling brutal di Grand Prix. Selisih waktu sangat tipis, slipstream menjadi senjata utama, dan satu kesalahan kecil bisa mengubah hasil balapan secara total.

Dalam dunia seperti itu, pembalap yang terlalu aman sering tenggelam.

Sementara Veda justru hadir membawa energi sebaliknya.

Ia membalap seolah selalu percaya ada jalan untuk menyerang.

Mentalitas itu pula yang membuat banyak penggemar mulai percaya bahwa Indonesia akhirnya memiliki rider yang benar-benar mampu bertarung di level tertinggi dunia balap motor.

Saat ini, Veda sudah mengoleksi 50 poin dari lima seri awal Moto3 2026 dan menempati posisi kelima klasemen sementara. Ia juga memimpin klasemen Rookie of The Year dengan jarak cukup jauh dari rival-rival debutannya.

Namun mungkin yang paling penting bukanlah angka itu.

Melainkan bagaimana dunia mulai membicarakannya.

Karena untuk pertama kalinya setelah sekian lama, paddock Grand Prix tidak lagi melihat pembalap Indonesia sekadar sebagai pelengkap grid.

Mereka mulai melihat Veda Ega Pratama sebagai ancaman.

Dan seperti banyak legenda besar sebelumnya, semuanya dimulai dari satu hal sederhana: keberanian untuk tampil berbeda.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BKPM Sebut Surat Kadin China Jadi Masukan Positif untuk Perbaikan Iklim Investasi
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Janjikan iPhone, Remaja Lampung Jual 2 Siswi SMP Jadi Terapis Pijat Plus-plus
• 17 jam laludetik.com
thumb
Pergantian Adies-Adela Bukti Pragmatisme Golkar dan Politik Kekerabatan
• 13 jam lalujpnn.com
thumb
Kadin dan KLH Sepakat Dorong Industrialisasi Hijau untuk Ciptakan Green Jobs
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
CITA Bagikan Dividen Tunai Rp351 per Saham, Cair 17 Juni 2026
• 10 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.